Inspirasa.co – Waspada penularan campak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi peringatan pada masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh bayi dan balita saat berkumpul, terutama pada momen silaturahmi seperti Lebaran.
Kemenkes menilai kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penularan campak yang sangat mudah menular.
Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, dalam konferensi pers yang digelar daring pada Jumat (6/3/2026), bahwa kebiasaan menyentuh bayi saat berkumpul dengan keluarga sebaiknya dikurangi.
“Sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi,” kata Andi Saguni.
“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya,” sambung Andi Saguni.
Penderita campak wajib menjalani isolasi mandiri serta membatasi aktivitas di luar rumah hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Hal ini dilakukan demi melindungi orang lain dari risiko penularan penyakit yang sangat cepat menyebar tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat penularan campak tergolong sangat tinggi. Bahkan, satu orang penderita dapat menularkan virus campak kepada 12 hingga 18 orang lainnya jika tidak dilakukan pencegahan dengan baik.
“Tingkat penularan campak sangat tinggi. Dari satu orang penderita bisa menularkan kepada 12 sampai 18 orang,” ungkapnya.















Discussion about this post