Minggu, Agustus 16, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Opinion

17 Agustus dan Resiliensi Gerakan Pemuda Bontang

Oleh Muhammad Shendy Abiyyu Badi Ketua Formatur SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang

inspirasa.co by inspirasa.co
16 Agustus 2026
in Daerah, Identitas
0
Muhammad Shendy Abiyyu Badi Ketua Formatur SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang

Muhammad Shendy Abiyyu Badi Ketua Formatur SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang

312
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kemerdekaan tidak pernah lahir dari kebungkaman. Ia lahir dari keberanian untuk bersuara, keberanian untuk bergerak, keberanian untuk membuat perubahan, dan keberanian untuk melawan segala manifestasi ketidakadilan dan keterpurukan.

Namun, 81 tahun setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, perlukah kita bertanya kepada diri sendiri: Dimana gerakan pemuda hari ini? Ketika ibu pertiwi dihadapkan dengan segala dinamika yang begitu kompleks seperti ketimpangan ekonomi, krisis kepercayaan, degradasi lingkungan, hingga berbagai persoalan sosial, kita justru melihat organisasi kepemudaan dan organisasi pergerakan mengalami stagnansi.

Baca juga :

Terapkan Manajemen Talenta, Wali Kota Bontang Tegaskan Kesempatan Sama bagi Calon Sekda

Proyeksi APBD-P Bontang 2026 Rp 1,9 Triliun, Wali Kota Pertahankan TPP dan Gaji Pegawai

Bahkan cukup vulgar bila dikatakan pergerakan pemuda hari ini mengalami degradasi. Organisasi yang seharusnya menjadi rahim untuk melahirkan berbagai gagasan, justru sibuk dengan dinamika internalnya sendiri.

Organisasi yang seharusnya hadir dan berperan besar sebagai penyambung lidah rakyat, terkadang justru semakin jauh dari denyut persoalan rakyat. Dan organisasi yang seharusnya menjadi suara kaum muda dan kaum terpelajar, kini terlalu sering memilih untuk bungkam.Ini bukan persoalan siapa yang salah, melainkan keadaan ini merupakan alarm darurat bagi kita semua.

Sudah waktunya kita melakukan introspeksi dan resiliensi. Gerakan pemuda tidak boleh kehilangan keberanian untuk menggaungkan kritik. Dan lebih dari itu, gerakan pemuda juga tidak boleh kehilangan kemampuan untuk menawarkan solusi.

Kita tidak membutuhkan organisasi yang hanya aktif ketika ada momentum, namun kita membutuhkan organisasi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kita tidak membutuhkan pemuda yang hanya pandai mengkritik dari belakang layar, namun kita membutuhkan pemuda yang berani turun, berdiskusi, membangun gagasan, dan mengambil peran penuh dalam bertanggung jawab. Karena bagi saya, kemerdekaan bukan alasan bagi kita untuk berhenti bergerak.

Kemerdekaan justru memberikan kita tanggung jawab untuk terus memperjuangkannya.Jika dahulu para pemuda berjuang melawan penindasan dan penjajahan, maka hari ini kita harus berjuang, melawan kebungkaman, melawan apatisme, dan melawan degradasi gerakan pemuda yang membuat organisasi kehilangan fungsi sosialnya.

Organisasi harus kembali menjadi alat perjuangan. Tetapi perjuangan tidak akan menjadi besar jika kita terus berjalan sendiri-sendiri. Disinilah kolaborasi menjadi hal yang vital. Tidak mungkin kita membangun Bontang hanya dengan satu organisasi, tidak mungkin membangun pemuda hanya dengan satu kelompok, dan tidak mungkin menyelesaikan persoalan bangsa hanya dengan satu gagasan.

Kita membutuhkan kolaborasi. Kolaborasi lintas organisasi, kolaborasi lintas latar belakang, kolaborasi lintas gagasan. Kita boleh berbeda ruang proses, kita bolehberbeda cara pandang, kita boleh berbeda tempat berkiprah. Tetapi perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling berseberangan. Perbedaan merupakan kekayaan, kolaborasi merupakan kekuatan.Saya percaya Kota Bontang memiliki banyak pemuda dengan semangat, gagasan, dan keberanian untuk membuat pergerakan.

Yang kita butuhkan hari ini adalah sebuah ruang bersama untuk menyatukan semuanya. Oleh karena itu, pada momentum kemerdekaan ini, mari kita rapatkan barisan. Mari kita tinggalkan ego kelompok, membuka ruang dialog, membangun kolaborasi, saling bahu membahu, mari kita satukan gagasan untuk membangun gerakan pemuda yang lebih hidup, kritis, progresif, dan berdampak.

Karena sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang memiliki kekuasaan, sejarah juga ditulis oleh mereka yang berani bergerak ketika yang lain memilih bungkam. Maka dari Bontang mari kita hidupkan kembali semangat pergerakan itu.

Mari bersama kita buktikan bahwa organisasi kepemudaan bukan sekedar tempat berhimpun, tetapi ruang untuk mengabdi, berpikir, bergerak, dan saling memberikan manfaat. Mari kita bangun gerakan yang tidak terjebak pada ego sektoral.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Pancasila Abadi! Merdeka!

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris usai melaksanakan Rapat nota Kesepakatan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) pada Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kota Bontang di Pendopo, Sabtu (15/8/2026).

Proyeksi APBD-P Bontang 2026 Rp 1,9 Triliun, Wali Kota Pertahankan TPP dan Gaji Pegawai

Foto Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

Terapkan Manajemen Talenta, Wali Kota Bontang Tegaskan Kesempatan Sama bagi Calon Sekda

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Antrian Pasien di klinik jantung RSUD Taman Husada Bontang

RSUD Bontang Maksimalkan Layanan Kardiologi, Ajak Warga Rutin Periksa Jantung

2 November 2025
Ket foto : Pembinaan Siswa SMPN 5 Bontang oleh BNN

SMP Negeri 5 Bontang Gencarkan Pembinaan Kader Anti Narkoba Bersama BNN

11 November 2025
Pembangunan Jalan di Desa Embalut Dikebut, Kades Yakin Ekonomi Warga Meningkat

Pembangunan Jalan di Desa Embalut Dikebut, Kades Yakin Ekonomi Warga Meningkat

11 Oktober 2023
Foto: Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto

Sentil Ego Sektoral, Heri Keswanto Desak Regulasi Rombel Diperketat Rem Tambah Rombel Sekolah Negeri: Kasihan Sekolah Swasta

21 Mei 2026

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Terapkan Manajemen Talenta, Wali Kota Bontang Tegaskan Kesempatan Sama bagi Calon Sekda 16 Agustus 2026
  • Proyeksi APBD-P Bontang 2026 Rp 1,9 Triliun, Wali Kota Pertahankan TPP dan Gaji Pegawai 16 Agustus 2026
  • 17 Agustus dan Resiliensi Gerakan Pemuda Bontang 16 Agustus 2026
  • IJTI: Duka Sikka NTT Adalah Duka Kita 15 Agustus 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
Memuat Komentar...