Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang mendorong seluruh perusahaan untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem ketenagakerjaan di daerah.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan, keterbukaan perusahaan menjadi kunci utama dalam menyukseskan program penyerapan tenaga kerja, termasuk melalui aplikasi Teman Naker.
“Kalau perusahaan tidak terbuka, kami akan kesulitan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya, Rabu (1/4/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 80 persen perusahaan sudah mulai menyampaikan data kebutuhan tenaga kerja kepada pemerintah. Namun, masih diperlukan komitmen penuh agar seluruh perusahaan terlibat dalam sistem ini.
Menurutnya, data yang diberikan perusahaan tidak hanya membantu pencari kerja, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan.
Dengan data tersebut, Disnaker dapat mengetahui jenis pekerjaan yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja, hingga kualifikasi yang harus dipenuhi.
“Ini penting supaya tidak ada lagi mismatch antara pencari kerja dan kebutuhan industri,” tambahnya.
Ia berharap, dengan semakin terbukanya dunia usaha, peluang kerja bagi masyarakat Bontang dapat semakin luas dan tepat sasaran.
“Ini juga merupakan upaya kita memberantas praktik orang dalam, kita ingin kejujuran sehingga anak yang benar-benar memiliki kemampuan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” tutupnya. (Ima)















Discussion about this post