Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda diminta mulai memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor pariwisata. DPRD menilai pembangunan destinasi baru perlu menjadi bagian dari strategi ekonomi daerah, mengingat potensi wisata alam Samarinda yang relatif terbatas.
Wakil Ketua II DPRD Samarinda Ahmad Vananzda mengatakan, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan bagi pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata. Justru, keterbatasan wisata alam dapat menjadi alasan untuk menciptakan destinasi baru yang sesuai dengan karakter Kota Samarinda.
“Kalau kita melihat potensi pariwisata di Samarinda memang tidak banyak. Kita tidak punya pantai atau banyak wisata alam, sehingga memang harus ada kawasan yang dibangun menjadi destinasi,” ujar Ahmad, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pembangunan kawasan wisata buatan maupun ruang publik yang dikemas secara menarik dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kunjungan masyarakat. Aktivitas tersebut sekaligus berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lokal.
Ahmad menilai, pengembangan pariwisata selama ini masih menghadapi persoalan keterbatasan anggaran. Padahal, pembangunan destinasi membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan hasilnya tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu singkat.
“Kalau anggarannya kecil, tentu sulit menghasilkan sesuatu yang besar. Kalau mulai ditingkatkan 2027, dampaknya mungkin tidak langsung terasa, bisa dua atau tiga tahun ke depan,” katanya.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak melihat anggaran pariwisata sekadar sebagai belanja pembangunan jangka pendek. Pengembangan destinasi perlu ditempatkan sebagai investasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Menurut Ahmad, keberadaan destinasi baru nantinya dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang berada di sekitar kawasan wisata.
Salah satu kawasan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan adalah Polder Air Hitam. Kawasan tersebut telah menjadi ruang aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga hingga kegiatan kuliner.
Namun, sebelum diarahkan menjadi destinasi wisata, pemerintah perlu memastikan konsep pengembangannya jelas serta didukung pengelolaan yang baik.
DPRD Samarinda berharap sektor pariwisata tidak lagi dipandang sebagai pelengkap pembangunan kota.
“Dengan perencanaan dan investasi yang konsisten, pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas basis PAD Samarinda,” pungkasnya.(adv)
















