SAMARINDA – Pencegahan penyakit di Kota Samarinda dinilai perlu dimulai dari lingkungan tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari. Warga bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dapat mengambil peran dalam mengenali lebih awal kondisi yang berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengatakan posisi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga membuat berbagai perubahan di lingkungan lebih mudah diketahui. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan awal bagi pihak terkait untuk mengambil langkah penanganan.
“Mereka yang berada di lingkungan itu biasanya lebih dulu mengetahui kalau ada hal yang tidak biasa terjadi di masyarakat. Dari situ informasi bisa cepat diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Harminsyah, Rabu (7/10/2026).
Keterlibatan unsur masyarakat tersebut, lanjut dia, dapat membentuk jejaring informasi yang membantu pemerintah mendeteksi persoalan kesehatan sejak awal. Dengan informasi yang diperoleh lebih cepat, potensi masalah diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang lebih luas.
Harminsyah juga mendorong perubahan pola pembangunan kesehatan agar tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan. Upaya preventif perlu diperkuat dengan memanfaatkan jaringan sosial yang telah terbentuk hingga tingkat lingkungan.
“Penanganan kesehatan ke depan tidak cukup hanya bersifat responsif. Yang perlu diperkuat adalah upaya pencegahan dengan melibatkan jaringan sosial yang sudah ada di masyarakat,” katanya.
Pendekatan berbasis komunitas, menurut Harminsyah, memungkinkan kebijakan kesehatan lebih dekat dengan situasi yang benar-benar terjadi di lapangan. Warga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan, tetapi ikut berperan dalam mengenali persoalan serta menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang.
“Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, upaya pencegahan akan lebih efektif karena sumber persoalan bisa dikenali lebih cepat dan ditangani sejak awal,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem kesehatan yang tanggap tidak cukup dibangun melalui kebijakan pemerintah dan penyediaan fasilitas pelayanan. Kesadaran warga untuk ikut menjaga kondisi lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pencegahan.
“Kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan melaporkan kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tanggap dan berorientasi pada pencegahan,” terangnya. (Adv)

















