Samarinda — DPRD Kota Samarinda mendorong Syarikat Islam memperkuat peran dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah ekspansi ritel modern dan percepatan ekonomi digital.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai organisasi masyarakat memiliki ruang strategis untuk terlibat dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Menurutnya, arah pemberdayaan ekonomi yang dibawa Syarikat Islam memiliki kesamaan dengan organisasi yang bergerak di sektor kewirausahaan, yakni membangun pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Semangatnya sama, bagaimana mendorong masyarakat agar tumbuh dan berkembang melalui sektor usaha,” ujar Helmi, Rabu (1/7/26).
Ia mengatakan pelaku UMKM saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat meningkatnya persaingan dengan jaringan ritel modern dan perubahan pola transaksi masyarakat yang bergerak ke platform digital.
Karena itu, keberadaan organisasi yang fokus pada penguatan ekonomi masyarakat dinilai penting untuk membantu pelaku usaha lokal tetap bertahan dan memiliki peluang berkembang.
“Pedagang tradisional perlu didampingi agar tetap mampu bersaing,” katanya.
Helmi menegaskan peningkatan daya saing tidak selalu harus dilakukan dengan meniru model usaha modern. Penguatan dapat dimulai dari pembenahan aspek dasar seperti kualitas pelayanan, penataan usaha, peningkatan kemampuan SDM, hingga perluasan akses pembiayaan.
Selain itu, inovasi dinilai menjadi faktor penting agar UMKM tetap relevan menghadapi perubahan pasar. Pelaku usaha yang mampu menghadirkan pelayanan berbeda dan menyesuaikan kebutuhan konsumen akan memiliki peluang bertahan lebih besar.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk, terutama dari sisi kemasan dan nilai tambah.
“Produk lokal harus tampil lebih baik agar punya daya saing yang kuat di pasar,” tegasnya.
Di sisi lain, Helmi mengapresiasi perhatian Syarikat Islam terhadap penguatan literasi teknologi dan pemanfaatan platform digital sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, transformasi digital membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk memasarkan produk tanpa batas wilayah dan dengan biaya yang lebih efisien.
“Sekarang cukup melalui telepon genggam, produk sudah bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan tertinggal,” ujarnya.
DPRD berharap kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat agar ekosistem UMKM di Samarinda semakin sehat, kompetitif, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.(adv)
















