Samarinda – Memasuki tahun pertama pelaksanaannya, Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda mulai menunjukkan perkembangan yang dinilai positif oleh DPRD. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga terus mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas permanen yang berlokasi di Kecamatan Palaran agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar siswa masih tersebar di beberapa lokasi, yakni BPMP Kalimantan Timur, BPVP Samarinda, serta area di sekitar SMAN 16 Samarinda di Jalan Perjuangan. Namun kondisi tersebut diproyeksikan akan berubah seiring rampungnya pembangunan pusat pembelajaran terpadu di Palaran.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menjelaskan bahwa ke depan seluruh proses penerimaan dan kegiatan belajar akan dipusatkan di fasilitas permanen tersebut dengan kapasitas sekitar 280 siswa.
“Dari laporan yang kami terima, penerimaan siswa baru nantinya akan dipusatkan di sekolah permanen di Palaran dengan jumlah sekitar 280 siswa. Saat ini pembangunan sarana dan prasarananya hampir selesai,” ujar Helmi, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, capaian yang ditunjukkan para siswa selama satu tahun berjalan menjadi indikator bahwa program ini mulai memberikan dampak nyata, khususnya dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menilai perkembangan kemampuan dan rasa percaya diri siswa dalam waktu relatif singkat menjadi salah satu capaian yang patut diapresiasi.
“Baru satu tahun berjalan, tetapi anak-anak sudah mampu menunjukkan kemampuan dan keahliannya masing-masing. Ini menjadi modal penting untuk perkembangan mereka ke depan,” tuturnya.
Helmi menambahkan, keberadaan fasilitas permanen di Palaran diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menciptakan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi peserta didik Program Sekolah Rakyat di Samarinda.(adv)

















