Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengingatkan masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial di tengah maraknya aktivitas buzzer dan derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, ruang media sosial saat ini semakin rentan dipenuhi narasi yang berupaya menggiring opini publik untuk kepentingan tertentu, terutama ketika isu politik mulai berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau melihat situasi sekarang, keberadaan buzzer memang semakin sulit dipisahkan dari aktivitas media sosial karena banyak digunakan untuk membangun citra maupun menyerang pihak tertentu,” ujarnya, Jumat (29/5/26).
Ia menilai pola komunikasi yang berkembang di media sosial belakangan ini tidak lagi sepenuhnya berorientasi pada fakta, melainkan lebih banyak diarahkan untuk membentuk persepsi publik sesuai kepentingan pihak tertentu.
“Belakangan saya melihat yang disampaikan bukan lagi soal benar atau salah, tapi bagaimana menggiring opini untuk kepentingan pihak tertentu,” katanya.
Samri menyebut kondisi tersebut dapat memicu kesalahpahaman hingga memperkeruh suasana di ruang publik digital apabila masyarakat tidak bijak menyikapi informasi yang beredar.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang bisa memiliki penafsiran berbeda terhadap sebuah unggahan, tergantung kondisi emosional maupun suasana hati saat menerima informasi tersebut.
“Orang bisa menafsirkan tulisan berbeda-beda tergantung situasi dan suasana hatinya,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing ataupun langsung menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Menurut Samri, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dan diskusi yang sehat, bukan justru menjadi pemicu konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Media sosial harus digunakan dengan tanggung jawab, jangan sampai justru menjadi sumber konflik di masyarakat,” tegasnya.(adv)

















