Samarinda – Keberhasilan Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda dinilai tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang mendampingi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
DPRD Samarinda menilai pendekatan pembinaan yang diterapkan menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan peserta didik dalam satu tahun terakhir.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan kualitas pengajar menjadi bagian utama yang mendukung capaian program tersebut.
Menurutnya, meskipun sebagian besar tenaga pendidik berasal dari kalangan lulusan baru, proses rekrutmen yang dilakukan pemerintah pusat tetap menempatkan kompetensi sebagai dasar utama seleksi.
Ia menjelaskan bahwa para pengajar yang terlibat tidak dipilih berdasarkan lama pengalaman mengajar, melainkan kemampuan, kesiapan, dan kualitas yang dimiliki untuk mendampingi peserta didik.
“Mereka dipilih berdasarkan kualitas dan kompetensi yang dimiliki. Hasilnya bisa kita lihat dari perkembangan siswa saat ini,” ujar Novan, Rabu (24/6/26).
Selain itu, keberadaan tenaga pendidik yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dinilai turut membentuk lingkungan belajar yang lebih terbuka dan dinamis.
Novan menilai keberagaman latar belakang guru memberi pengalaman baru bagi siswa karena mereka dapat mengenal pendekatan belajar yang berbeda serta memperluas cara pandang selama mengikuti pendidikan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi nilai tambah yang memperkuat proses pembentukan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi peserta didik.
Di sisi lain, DPRD juga menyoroti aspek yang lebih besar dari keberhasilan program ini, yakni terbukanya akses pendidikan yang lebih setara bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Novan mengatakan sebagian besar peserta didik SRT berasal dari kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menunjukkan perkembangan yang positif.
“Sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, hasil yang mereka tunjukkan hari ini sangat luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya tercermin dari peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga terlihat dari perubahan perilaku, kedisiplinan, rasa percaya diri, dan kemampuan siswa dalam mengekspresikan potensi yang dimiliki.
Melihat perkembangan tersebut, DPRD berharap Program Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat terus diperkuat dan diperluas agar menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Menurut Novan, keberadaan program seperti ini menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkecil kesenjangan akses pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda.
“Program ini sangat baik karena membuka kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” tutupnya.
DPRD juga berharap pengalaman SRT 24 Samarinda dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif di daerah lain.(adv)

















