Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperketat efisiensi anggaran. Langkah ini menyusul lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian menjepit ruang fiskal pemerintah daerah.
Neni menegaskan, keterbatasan APBD saat ini tidak memungkinkan adanya penambahan belanja operasional yang longgar. Oleh sebab itu, setiap perangkat daerah wajib memangkas program non-prioritas dan fokus pada pelayanan dasar masyarakat.
“Ruang fiskal kita terbatas. Setiap OPD harus mengoptimalkan anggaran yang ada dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas Neni.
Salah satu sektor vital yang kini menjadi sorotan adalah layanan pengangkutan sampah. Sebagai sektor yang sangat bergantung pada pasokan BBM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat kebutuhan operasional orisinilnya saja sudah menembus angka Rp3 miliar hingga Rp4 miliar per tahun. Lonjakan harga BBM dipastikan bakal membikin angka ini membengkak.
Meski demikian, Neni menjamin layanan kebersihan kota tidak akan dikorbankan. Pemerintah Kota Bontang siap mengintervensi pos anggaran ini pada APBD Perubahan demi menjaga stabilitas layanan.
“Konsentrasi penuh kami ada pada layanan publik, terutama pengangkutan sampah. Kebutuhan BBM untuk operasional itu sangat besar, jadi pos ini wajib menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia berharap komitmen penghematan ini dijalankan secara serius oleh seluruh kepala OPD agar dampak inflasi BBM tidak langsung memukul masyarakat.
“Kita maksimalkan apa yang ada. Intinya, program yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tidak boleh dipotong,” pungkas Neni. (Ima)

















