Samarinda – Posisi Teras Samarinda Tahap 2 yang berada langsung di tepian Sungai Mahakam menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda menjelang rencana pengoperasiannya.
DPRD menilai kawasan tersebut memiliki tingkat risiko keselamatan lebih tinggi dibanding Teras Samarinda Tahap 1 sehingga aspek keamanan harus dipastikan lebih dulu sebelum dibuka untuk umum.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan faktor keselamatan pengunjung tidak boleh diabaikan hanya demi mempercepat pemanfaatan kawasan.
Menurutnya, karakteristik lokasi Teras Samarinda Tahap 2 yang langsung berbatasan dengan aliran Sungai Mahakam membuat pemerintah kota dan pengelola wajib memastikan seluruh fasilitas pengamanan telah siap digunakan.
“Harus diperhatikan aspek safety-nya. Karena posisi Tahap 2 ini berbeda, berada langsung di sepanjang tepian Sungai Mahakam. Jadi, faktor keselamatan pengunjung harus benar-benar dipastikan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menegaskan kawasan tersebut jangan sampai dioperasikan secara terburu-buru apabila fasilitas pendukung keselamatan masih belum sepenuhnya rampung.
Helmi menyebut DPRD melalui Komisi III juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek guna melihat kesiapan konstruksi fisik, sistem pengamanan kawasan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Menurutnya, keberadaan pagar pembatas di sepanjang tepian sungai dan fasilitas keselamatan lain harus menjadi prioritas sebelum kawasan dimanfaatkan masyarakat maupun pelaku UMKM.
“Kami berharap semua tahapan yang dilakukan pengelola benar-benar mengikuti prosedur dan kajian yang ada. Jangan sampai terkesan dipaksakan buka, sementara aspek pendukung keselamatannya belum sepenuhnya siap,” katanya.
Meski demikian, DPRD tetap mendukung pengembangan Teras Samarinda sebagai ruang publik baru sekaligus kawasan penunjang aktivitas ekonomi kreatif di Kota Samarinda.
Namun Helmi menekankan manfaat ekonomi dari kawasan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kalau memang nanti hasil kajiannya sudah dinyatakan layak dan aman, tentu sangat bagus untuk mendukung aktivitas kota. Tapi keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(adv)

















