TERASKATA.COM, SAMARINDA – Kebiasaan membakar sampah perlu dihindari warga Samarinda selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering meningkatkan risiko api merembet dan memicu kebakaran lebih luas, termasuk di sekitar permukiman.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele penggunaan api di lingkungan rumah maupun lahan terbuka. Ia menyoroti risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga, terlebih ketika titik api disebut mendekati kawasan padat penduduk dan kabut asap mulai dirasakan.
“Imbauan kita kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Samarinda, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan jangan membakar sampah sembarangan,” kata Helmi, Jumat (9/10/2026).
Menurut Helmi, dampak kebakaran dapat melampaui gangguan asap dan kualitas udara. Ketika api menjalar ke kawasan permukiman, rumah warga dan keselamatan penghuni ikut terancam. Karena itu, upaya pencegahan perlu dimulai dari lingkungan terdekat dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia menyinggung sejumlah kejadian kebakaran permukiman di Kalimantan Timur sebagai pengingat besarnya dampak yang bisa ditimbulkan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebanyak 75 rumah terbakar di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara di Muara Badak, yang merupakan kampung halamannya, sekitar sembilan rumah dilaporkan terdampak.
“Di Kukar kemarin ada 75 rumah yang terbakar. Kebetulan di kampung saya, di Muara Badak, juga ada terbakar sekitar sembilan rumah. InsyaAllah mungkin besok saya mau tengok ke sana,” ujarnya.
Helmi berencana melihat langsung kondisi warga terdampak di Muara Badak. Adapun bagi masyarakat Samarinda, ia mengingatkan agar kewaspadaan terhadap sumber api tetap dijaga selama kondisi kering berlangsung.
Tidak membakar sampah sembarangan dan berhati-hati saat menggunakan api menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan masyarakat.(adv)

















