Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Masyarakat Nelayan di Pulau Gusung Menjerit, Setiap Hari Beli BBM untuk Genset Demi Mendapatkan Listrik dan Air Bersih Hasil dari Menjual Ikan

inspirasa.co by inspirasa.co
22 Juni 2023
in Daerah, Lingkungan
0
Masyarakat Nelayan di Pulau Gusung Menjerit, Setiap Hari Beli BBM untuk Genset Demi Mendapatkan Listrik dan Air Bersih Hasil dari Menjual Ikan

Pulau gusung di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.

442
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Masyarakat pulau gusung yang berada di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, terus menjerit butuh perhatian dari Pemerintah Kota Bontang.

Masyarakat pulau gusung yang 90 persennya bekerja dan berpenghasilan sebagai nelayan tangkap ikan,dan budidaya rumput laut, kesulitan mendapatkan air bersih dan listrik.

Baca juga :

Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan

Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik

Masyarakat pulau gusung harus merogoh kocek untuk mendapatkan air bersih, begitupun untuk listrik mereka bergantung pada mesin diesel (genset) milik sendiri untuk menerangi 300-an jiwa lebih penduduknya.

Ketua RT 03 Pulau Gusung, Jumadi menuturkan, hasil dari penjualan ikan dan budidaya rumput laut tak sebanding dengan pengeluaran untuk biaya membeli air bersih dan bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel tersebut.

Untuk menerangi rumah mereka, warga harus urunan membeli bahan bakar minyak solar untuk genset umum yang ada di pulau gusung. Dalam sehari paling sedikit warga harus membeli bahan bakar minyak tersebut sebanyak 15 liter.

Sementara warga juga menyediakan genset di masing-masing rumah mereka, antisipasi jika genset umum tak lagi menyala karena kehabisan bahan bakar solar.

“Ada genset umum bahan bakarnya solar, ini juga kita urunan belinya. Genset umum ini hanya mampu bertahan sampai jam 10 malam, menyala dari jam 6 sore. Namun selama ini kami hanya mampu membeli untuk selama 4 jam saja. Terkadang kalau genset umum sudah tak menyala lagi, terpaksa warga harus menggunakan genset sendiri, bahan bakarnya pertalite,” jelasnya Kamis (22/6/2023).

Untuk mengaliri listrik 300-an jiwa lebih penduduk pulau gusung, warga sedikitnya merogoh kocek sebanyak Rp 150 ribu dalam sehari. Bukan hanya soal listrik, untuk membeli air bersih juga warga harus menggunakan solar menggunakan perahu menyeberangi laut.

Hal ini dikatakan Jumadi tidak sebanding dengan pendapatan dari hasil berjualan ikan dan rumput laut. Lantaran hasil penjualan ikan dan rumput laut tak menentu.

Jumadi menyebut, pada 2014 lalu, perusahaan pernah memberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Gusung. Namun kini PLTS tersebut tak lagi berfungsi dengan baik. Pun mesin penyulingan air asin ke air tawar yang dibangun oleh Pemkot pada 2019 juga tak berfungsi.

“Bisa dikatakan 100 persen genset umum sudah tak berfungsi. Karena baterai PLTSnya sudah harus diganti, mesin penyulingan air juga rusak, tapi hingga saat ini tak pernah di cek lagi sama pemerintah,” jelasnya.

Jumadi mempertanyakan pemerintah yang saat ini melupakan masyarakatnya di pulau gusung. Persoalan ini berulang kali disampaikan di setiap musrenbang, namun Pemkot seolah abai terhadap masyarakatnya.

Warga sangat membutuhkan air bersih dan listrik, selain itu soal abrasi air laut yang kian hari mengikis pulau gusung. Jumadi meminta pemerintah tak membeda-bedakan masyarakat di pulau gusung. Selama beberapa tahun ini masyarakat pulau gusung seakan dilupakan dan diabaikan. Sementara masyarakat di wilayah pesisir lainnya hingga yang di darat, mendapat perhatian lebih.

“Pemerintah kenapa tak pernah datang memperhatikan dan melihat kondisi mayarakatnya di pulau gusung. Soal abrasi, jika pulau gusung tak diperhatikan dalam tahun-tahun mandatang pulau gusung tidak akan ada lagi,” tukasnya.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Uji Sahih RUU Sistem Pengelolaan SDA DPD RI Demi Kamakmuran Rakyat, Castro: Patut Kita Apresiasi, Tata Kelola SDA Selama Ini Begitu Buruk, Salah Urus, Kental Dengan Orientasi Profit

Uji Sahih RUU Sistem Pengelolaan SDA DPD RI Demi Kamakmuran Rakyat, Castro: Patut Kita Apresiasi, Tata Kelola SDA Selama Ini Begitu Buruk, Salah Urus, Kental Dengan Orientasi Profit

Sosok Toni Toharudin: Mantan Kernet Angkot yang Sukses Sabet Gelar Profesor

Sosok Toni Toharudin: Mantan Kernet Angkot yang Sukses Sabet Gelar Profesor

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Foto: Aksi demontrasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di depan Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, Samarinda, Selasa (21/4/2026).

Ketua DPRD Kaltim Tak Hadir, Demontrasi Paksa DPRD Kaltim Teken Pakta Integritas, Ini 11 Tuntutan Massa Aksi

21 April 2026
Pemerintah Menetapkan Idul Adha Jatuh pada 10 Juli 2022

Pemerintah Menetapkan Idul Adha Jatuh pada 10 Juli 2022

29 Juni 2022
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Faisal

Marak Kebakaran di Kawasan Padat Penduduk, Faisal Minta Pemkot Sediakan Hydrant Sesuai Spesifikasi

19 Juli 2024
Ketua DPRD Kutim Joni Serahkan Bantuan Motor Roda Tiga ke Warga Desa Singa Geweh Sangatta

Ketua DPRD Kutim Joni Serahkan Bantuan Motor Roda Tiga ke Warga Desa Singa Geweh Sangatta

24 November 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan 7 Mei 2026
  • Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik 7 Mei 2026
  • Agus Haris Hadiri Pelantikan Pengurus YJI Bontang: Dorong Pola Hidup Sehat Mulai dari Keluarga 7 Mei 2026
  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...