Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar sejarah daerah. Hal itu ditegaskannya saat meninjau Pameran Arsip Foto Sejarah Kota Bontang di Gedung Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Senin (18/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Neni mengamati satu per satu dokumentasi lawas yang merekam transformasi Bontang dari masa ke masa. Mulai dari momen ikonik pelantikan dan serah terima Desa Tanjung Laut tahun 1991, dokumentasi para pemimpin terdahulu, hingga rekam jejak sayembara logo Kota Bontang.
Bagi Neni, arsip-arsip visual ini bukan sekadar pajangan masa lalu, melainkan warisan tak ternilai yang harus dijaga keberlanjutannya. Ia menekankan, pemahaman sejarah sangat krusial bagi generasi penerus agar mereka menghargai pondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh para pendahulu.
“Budaya, sejarah pendiri, dan rekam jejak daerah itu wajib kita rawat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pejuangnya,” tegas Neni.
Ia juga berharap pameran ini bisa menjadi episentrum edukasi publik, terutama bagi anak-anak sekolah di Kota Bontang.
“Kita ingin menggali kembali memori kolektif ini, agar anak-anak Bontang paham dan menghargai esensi perjuangan para pendahulunya,” tambahnya.
Meski mengapresiasi inisiatif DPK, Neni memberikan catatan kritis terkait jumlah koleksi yang dipamerkan. Ia mendorong agar cakupan dokumentasi sejarah ini terus diperluas demi menyajikan narasi sejarah yang lebih utuh dan komprehensif.
“Saat ini koleksinya masih terbatas. Ke depan harus kita lengkapi dan kemas dalam skala yang lebih besar,” cetusnya.
Merespons hal tersebut, Kepala DPK Kota Bontang mengakui bahwa pameran ini baru merupakan langkah awal. Pihaknya berkomitmen untuk terus berburu dan menambah koleksi arsip sejarah Bontang.
Sektor-sektor potensial yang akan segera didokumentasikan di antaranya adalah jejak sejarah Masjid Tua Al Wahhab serta berbagai situs peninggalan bersejarah lainnya yang tersebar di Kota Bontang. (Ima)















