Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Nelayan Bontang Lestari Keluhkan Banyak Ikan Mati Duga Akibat Limbah Perusahaan PT EUP, Pihak PT EUP: Kami Tunggu Hasil Uji Lab

inspirasa.co by inspirasa.co
24 Maret 2025
in Daerah, Lingkungan
0
Foto Dokumentasi nelayan penemuan ikan mati di perairan Bontang Lestari.

Foto Dokumentasi nelayan penemuan ikan mati di perairan Bontang Lestari.

381
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Para nelayan mendapati banyak ikan yang mati di perairan laut Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, pada Jumat (20/3/2025) lalu.

Nelayan setempat menduga, banyaknya ikan yang mati, akibat terpapar limbah cair buangan PT Energi Unggul Persada (EUP).

Baca juga :

Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan

Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik

Salah seorang nelayan di Bontang Lestari yang tak ingin disebutkan namanya ini mengatakan, fenomena matinya ikan di sekitar perairan PT EUP bukan kali pertama terjadi.

Ditemukannya ikan-ikan mati tersebut sudah sering kali terjadi, dan baru kali ini jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Bahkan sebaran ikan yang mati lebih luas, hingga 4 kilometer dari bibir pantai terluar.

Penemuan ikan mati ini kembali terjadi pada Jumat (20/3/2025) diunggah di media sosial dan viral.

“Sudah lama itu (ikan mati mengambang). Mungkin dua tahunan. Tapi tidak ada responnya kalau warga protes,” kata nelayan tersebut saat dihubungi Minggu (23/3/2025).

Nelayan setempat menduga matinya berbagai jenis ikan akibat buangan limbah PT EUP. Dugaan ini semakin menguat, pasalnya di perairan dekat tempat pembuangan limbah PT EUP, kondisinya memperihatinkan.

“Bagaimana mau hidup ikan. Hitam airnya, bau comberan juga,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, nelayan setempat mengaku mengalami kerugian, dari hasil tangkapan yang berkurang.

Ia mengaku berbagai hasil laut seperti kepiting, kerang, ikan-ikan seperti baronang, bawis, dan bandeng, banyak ditemukan mati.

Ikan yang mati secara mendadak itu tak mungkin dipungut nelayan lantaran dikhawatirkan mengandung racun membahayakan.

Selain itu nelayan terpaksa harus melaut lebih jauh, dan biaya operasional pun bertambah, seperti menambah bahan bakar.

“Kalau dulu bisa kami dapat Rp500 ribu per hari, tapi sekarang, bahkan bisa kurang dari Rp100 ribu,” ungkapnya.

Pria ini berharap pemerintah mengambil sikap terkait dugaan pencemaran laut ini. Sebab, ini terkait dengan mata pencarian ratusan nelayan yang bermukim di sekitar PT EUP, bukan cuma di Bontang tapi berdampak terhasap nelayan Kukar.

Nelayan lainnya juga mengatakan hal serupa. Fenomena ikan-ikan mati mendadak di sekitar perairan PT EUP bukan kali pertama terjadi. Ini fenomena berulang dan sudah menahun.

Mulanya nelayan tak terlalu menyoal karena mereka merasa masih bisa mendapat ikan ketika melaut.

Namun, kejadian pada Jumat lalu itu membuat nelayan untuk mendesak pemerintah setempat mengambil sikap.

“Ini kejadian paling parah dari sebelumnya, nakanya sampai di-upload sama teman-teman ke FB saking parahnya,” katanya dikonfirmasi, Minggu (23/3/2025).

Dia mengatakan, perairan yang bersisian dengan PT EUP jadi spot nelayan setempat mencari ikan. Sebab, kawasan yang di pesisinya dipenuhi pohon bakau itu banyak dipenuhi ikan. Sehingga nelayan tak perlu melaut terlalu jauh.

Namun sekarang, mereka harus melaut minimal 4-5 kilometer dari bibir pantai, sebab di perairan dangkal sudah dipenuhi limbah perusahaan yang kehitaman dan berbau comberan.

Nelayan tak mau ambil risiko cari ikan di kawasan yang penuh toksik karena takut ikan hasil tangkapan mereka akan beracun.

“Jauh kami melaut itu. Tangkapannya berkurang, biaya juga naik karena beli BBM,” sebutnya.

PT EUP sebut matinya ikan belum tentu karena aktivitas perusahaan

Jayadi Humas PT EUP, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait matinya ribuan ikan di perairan dekat areal operasional perusahaan.

Jayadi bilang, perusahaan tengah melakukan menotirong secara internal untuk mengecek semua, apakah ada limbah buangan yang tidak sesuai SOP.

“EUP punya izin pembuangan limbah cair. Bisa dirilis ketika sudah memenuhi ambang batas. Ini coba kami dalami dan uji, apa ada tidak sesuai SOP,” kata Jayadi, Senin (24/3/2025) pagi.

Namun Jayadi menegaskan, kematian ribuan ikan di perairan sekitar perusahaan belum tentu karena aktivitas perusahaan. Pasalnya, berdasar video yang disaksikan, ikan-ikan yang mati menurutnya kecil-kecil, tidak besar.

Padahal menurutnya, ikan-ikan di dekat perairan perusahaan mestinya besar, sebab buangan dari perusahaan menjadi ingredient ikan yang membuatnya gemuk.

“Yang jadi aneh buat kami, ikan yang mati kok kecil-kecil, bukan besar. Ikan di sana kan bisa dua-tiga kilo itu besanya. Jadi belum tentu dari kami itu. Tapi kami akan tunggu hasil ujinya saja, ini lagi ditelusuri semua,” tandasnya. (Aris/Fitri)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris

Ikan Mati Diduga Tercemar Limbah Perusahaan, Pemkot Minta DLH Kaltim Segera Periksa Uji Lab, Singgung Soal Pengawasan Rutin Perusahaan

Foto: Pengurus dan anggota Forum Jurnalis Bontang (FJB) melaksanakan bakti sosial dirangkai buka puasa bersama santri Panti Asuhan Darul Aitam Bontang, Senin (24/3/2025).

Kegiatan Rutin Setiap Ramadan, FJB Berbagi Kebahagiaan Santuni Anak Yatim

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Foto dokumentasi Greenpeace. aktivis Greenpeace membentangkan spanduk bertuliskan "Indonesia is not for sale, Merdeka!" di Jembatan Pulau Galang, Penajam Paser Utara, Kaltim pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Usai Bentangkan Spanduk Indonesia Is Not For Sale di Jembatan Pulau Galang, Aktivis Lingkungan Greenpeace Ditangkap Polisi

18 Agustus 2024
Kejurnas Menembak Piala Gubernur Kaltim Akan Berlangsung Selama 6 Hari

Kejurnas Menembak Piala Gubernur Kaltim Akan Berlangsung Selama 6 Hari

11 November 2023
Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan. (ist)

Bisa Menimbulkan Kecelakaan Lalu Lintas, Novel Tyty Pambenonan Soroti Traffic Light yang Rusak untuk Segera Diperbaiki

18 Juni 2024

Renegotiations for jet fighter project aim to ease burden on state budget

16 Desember 2020

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan 7 Mei 2026
  • Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik 7 Mei 2026
  • Agus Haris Hadiri Pelantikan Pengurus YJI Bontang: Dorong Pola Hidup Sehat Mulai dari Keluarga 7 Mei 2026
  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Memuat Komentar...