Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan teguran keras kepada jajaran RT, lurah hingga camat. Ia menegaskan agar mereka tidak pasif dalam menangani persoalan lingkungan, mengingat pemerintah telah mengalokasikan insentif yang signifikan.
Neni menyoroti banyaknya keluhan masyarakat yang penanganannya lambat di tingkat bawah. Padahal, menurutnya, banyak persoalan yang seharusnya bisa tuntas di tangan lurah atau camat tanpa perlu menunggu intervensi langsung dari pemerintah kota.
“Lurah dan camat harus menjadi garda terdepan. Kalau tidak sanggup menyelesaikan masalah warga, lebih baik mundur saja,” tegas Neni dengan nada bicara lugas.
Peringatan senada juga ditujukan kepada para Ketua RT. Neni menekankan bahwa peran RT sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan warga. Apalagi, saat ini insentif RT telah mencapai Rp2 juta per bulan dengan total alokasi anggaran daerah menyentuh angka Rp23 miliar.
Dengan dukungan dana tersebut, Neni menuntut kinerja yang optimal, terutama dalam hal edukasi masyarakat dan pengelolaan sampah.
“Turunlah ke masyarakat, sampaikan program dan solusi secara langsung. Jangan hanya menunggu bola,” pungkasnya. (Ima)















