Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi aktif dan menyetor data yang jujur kepada petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Penegasan itu disampaikannya saat memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 pada Senin (15/6/2026) di halaman DPM-PTSP. Neni menyebut, agenda 10 tahunan ini merupakan instrumen krusial untuk memotret realitas ekonomi Bontang secara akurat, sekaligus menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Semua masyarakat kami harapkan memberikan keterangan yang jujur kepada petugas. Data ini menjadi dasar untuk melihat kondisi ekonomi Kota Bontang secara riil,” tegas Neni.
Dalam pelaksanaannya, petugas sensus akan menyisir seluruh rumah tangga pelaku usaha demi memetakan karakteristik ekonomi daerah, mulai dari skala mikro, kecil, hingga besar.
Sementara untuk sektor korporasi atau perusahaan, BPS membuka pengisian data secara daring. Namun, pemerintah memberlakukan tenggat tegas.
Jika hingga 14 Juli mendatang perusahaan belum melakukan pelaporan mandiri, petugas statistik dipastikan bakal langsung melakukan intervensi lapangan (kunjungan langsung).
Neni optimistis, keakuratan data dari sensus ini akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah. Langkah ini dinilai krusial agar pemerintah dapat merumuskan formula kebijakan yang lebih efektif guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bontang di masa depan. (Ima)
















