Kamis, Februari 5, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Business

Pedagang Sapi Keluhkan Sepi Pembeli Hingga Mahalnya Biaya Perawatan

inspirasa.co by inspirasa.co
5 Juli 2022
in Business, Daerah, Health, Nasional
0
Pedagang Sapi Keluhkan Sepi Pembeli Hingga Mahalnya Biaya Perawatan

Foto sapi qurban yang di jual Ossong pedagang sapi.

363
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Sudah 10 hari Ossong berdagang sapi qurban di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara. Namun hingga hari ini, pada Selasa (5/7/2022) pagi, saat ditemui Ossong mengaku, sepi pembeli.

Diungkapkan Ossong, biasanya setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Adha, seperti pada tahun lalu, sapinya banyak laku terjual.

Baca juga :

Perkuat Peran SDM Lokal, Otorita IKN Berikan Sertifikasi Pemandu Ekowisata Nusantara

Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

“Menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 ini sepi pembeli, kebanyakan warga hanya datang bertanya, tapi tidak ada yang bawa pulang sapi,” ujarnya.

Sepinya pembeli, menurut Assong dipengaruhi adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan ini menyerang hewan ternak.

Selain mengeluhkan sepi pembeli akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Assong juga mengeluhkan besarnya biaya perawatan yang harus dikeluarkan agar sapi yang dijualnya terbebas dari penyakit.

Selain biaya saat karantina sebelum mendatangkan sapinya ke Bontang, biaya perawatan makan untuk membeli rumput juga terbilang mahal.

“Saat karantina itu banyak biaya yang dikeluarkan. Biaya beli rumput untuk makan beberapa ekor sapi setiap hari, paling sedikit itu Rp 300 ribu, belum lagi untuk bayar yang cari rumput,” keluhnya.

Dengan mahalnya biaya perawatan dan makan sapi itu, Assong terpaksa harus menaikkan harga sapi yang dijualnya. Misalnya harga sapi per ekor yang sebelumnya dijual Rp 20 juta, kini bisa dijual Rp 21 hingga Rp 23 juta.

Diakui Ossong, sapi-sapi yang dijual, diambil dari Sulawesi Selatan ini terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), lantaran sudah melalui karantina sebelum didatangkan ke Bontang, pun sudah diuji kesehatan dari dinas terkait. (Ars)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
33 LPJU di Jalan Cipto Mangunkusumo Telah Diperbaiki Dishub Bontang

33 LPJU di Jalan Cipto Mangunkusumo Telah Diperbaiki Dishub Bontang

Gangguan Interkoneksi Listrik Padam di Balikpapan, Samarinda, Sangatta dan Wilayah Kukar

Gangguan Interkoneksi Listrik Padam di Balikpapan, Samarinda, Sangatta dan Wilayah Kukar

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

5 Mei 2025
Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

21 Mei 2022
KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

25 April 2021

EDITOR'S PICK

Antrian Pasien di klinik jantung RSUD Taman Husada Bontang

RSUD Bontang Maksimalkan Layanan Kardiologi, Ajak Warga Rutin Periksa Jantung

2 November 2025
DPRD Samarinda Soroti Terminal BBM di Pemukiman, Pertamina Diminta Hadirkan Penjelasan

DPRD Samarinda Soroti Terminal BBM di Pemukiman, Pertamina Diminta Hadirkan Penjelasan

12 September 2025
Foto: Program perekaman dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di sekolah dasar (SD).

Jemput Bola Perekaman KIA di Bontang Utara Fokuskan SD

1 Desember 2024
Foto Dok BPBD Bontang: BPBD Bontang, membantu memadamkan api, dan mengevakuasi korban insiden terbakarnya kapal milik warga Bontang, di sekitar perairan Pulau Beras Basah, Minggu (3/8/2025) sekitar pukul 11.00 Wita.

BPBD Padamkan Api dan Evakuasi Korban Kapal Terbakar di Pulau Beras Basah, Satu Penumpang Alami Luka Bakar

3 Agustus 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Perkuat Peran SDM Lokal, Otorita IKN Berikan Sertifikasi Pemandu Ekowisata Nusantara 4 Februari 2026
  • Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim 3 Februari 2026
  • Kolaborasi Otorita IKN dan Bank Indonesia Perkuat Daya Saing Kopi Liberika Lokal 3 Februari 2026
  • Bukan Sekadar Ibadah, Umrah Mandiri Perdana di Kaltim Hadirkan Pengalaman Spiritual dan Edukasi Perjalanan 3 Februari 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...