Inspirasa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur birokrasinya. Sebanyak 145 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (21/4/2026).
Mutasi besar ini mencakup 52 pejabat administrator (Eselon III), 84 pejabat pengawas (Eselon IV) termasuk jajaran camat dan lurah, serta 9 pejabat fungsional.
Baca juga: Lantik Camat dan Lurah Baru, Wali Kota Neni: Fokus Pelayanan Dasar dan Respons Cepat
Langkah ini diambil sebagai strategi mempercepat realisasi program prioritas daerah serta penguatan kinerja organisasi.
Penyegaran di Level Administrator dan OPD
Pada level administrator, sejumlah posisi kunci di Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami rotasi signifikan. Beberapa di antaranya:
1. Diny Prathiwi: Kepala Bagian Organisasi Setda.
2. Vinson: Kepala Bagian Pemerintahan Setda.
3. Ramli: Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Bontang.
Penyegaran juga menyasar kursi Sekretaris di berbagai instansi krusial, mulai dari BPKAD, Bapenda, Diskominfo, hingga DPMPTSP. Sementara di sektor teknis, penguatan dilakukan melalui pelantikan sejumlah Kepala Bidang, seperti:
1. Gunawan Tricahya: Kabid Bina Marga Dinas PUPR.
2. Fadli: Kabid Pertanian.
3. Syamsu Wardi: Kabid Perikanan Tangkap.
Pengisian Jabatan Fungsional dan Teknis
Selain posisi struktural, Pemkot Bontang juga memperkokoh tenaga fungsional ahli.
1. Marsudi kini mengemban tugas sebagai Pranata Komputer Ahli Muda pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Eko Retnowati sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda pada Dinas Kesehatan.
3. Syahruddin Arman Densi dipercaya sebagai Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda pada Diskop-UKMP.
Penataan ini juga menyentuh posisi teknis lainnya, termasuk Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Subbagian (Kasubag) di berbagai perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkimtan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa penyegaran jabatan menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika birokrasi agar tetap adaptif terhadap tantangan.
Menurutnya, penempatan pejabat tidak sekadar rotasi rutin, melainkan upaya menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan organisasi saat ini.
“Rotasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kerja dan mempercepat capaian program pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen kinerja bagi seluruh pejabat, baik yang baru dilantik maupun yang bergeser posisi.
Dalam arahannya, Neni mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Setiap posisi memiliki peran penting. Tunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata dalam bekerja,” tegasnya.
Dengan komposisi baru ini, Pemkot Bontang berharap kinerja lintas perangkat daerah semakin solid dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.
Penulis: Ima
Edittor: Aris
















Discussion about this post