Inspirasa.co – Kalimantan Timur kini berada di ambang pergolakan sipil. Rencana aksi demonstrasi pada 21 April 2026 bukan sekadar parade massa, melainkan sebuah tuntutan pengadilan terbuka atas dugaan praktik nepotisme dan pemborosan anggaran yang dilakukan oleh pasangan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.
Paradoks Kaltim, Rumah Dinas Mewah di Atas Luka Rakyat
Di saat masyarakat berjuang menghadapi tantangan ekonomi, kebijakan anggaran Pemprov Kaltim justru mempertontonkan ketidakekaan sosial yang vulgar. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim membongkar kontras yang menyakitkan:
Mobil dinas Rp8,5 miliar, sebuah angka fantastis yang dinilai mencoreng wajah efisiensi anggaran negara.
Renovasi rumah dinas puluhan miliar, proyek mercusuar yang dianggap hanya untuk kenyamanan elit, bukan kebutuhan publik.
Narasi Stop Dinasti Politik menjadi isu paling sensitif yang diangkat. Aliansi mencium aroma penguasaan sumber daya Kaltim yang hanya berputar di lingkaran keluarga tertentu. Isu ini sengaja diledakkan untuk mengingatkan bahwa Kaltim bukan milik personal, melainkan milik jutaan warga dari Mahakam hingga pesisir.
DPRD Kaltim: Pelindung Rakyat atau Stempel Gubernur?
Kini bola panas berada di tangan DPRD Kaltim. Tuntutan Aliansi sangat eksplisit Hak Angket atau Pemakzulan.
Aliansi menuntut fraksi-fraksi di DPRD berhenti bungkam dan mulai menjalankan fungsi pengawasan melalui hak angket. Tidak hanya turun ke jalan, mereka juga menyeret kasus ini ke ranah nasional dengan melaporkan dugaan pelanggaran ke KPK dan Kejaksaan Agung.
Eskalasi Tanpa Ampun
Dengan mobilisasi lebih dari 4.000 massa dan dukungan 44 organisasi, aksi 21 April mendatang diprediksi akan melumpuhkan pusat pemerintahan Samarinda. Ini adalah ujian nyali bagi Rudy-Seno, apakah mereka akan menghadapi rakyat dengan transparansi, atau tetap bergeming di balik tameng kekuasaan.
“Pilkada sudah usai, tapi akuntabilitas baru saja dimulai. Kami tidak bicara tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang mulai mengkhianati kepercayaan masyarakat,” tegas Erly.















Discussion about this post