Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang menerapkan strategi baru untuk mempercepat penurunan angka stunting. Langkah konkretnya adalah memperkuat peran kader posyandu melalui pembagian wilayah tanggung jawab yang lebih spesifik dan terfokus.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan bahwa setiap kader nantinya akan memegang tanggung jawab penuh terhadap sejumlah balita di wilayah terkecilnya. Dengan model ini, proses pemantauan tumbuh kembang anak dipastikan berjalan lebih intensif.
Menurut Agus, mekanisme berbasis wilayah binaan ini jauh lebih efektif ketimbang pembagian tugas secara merata yang selama ini diterapkan. Alasan utamanya: kader akan jauh lebih mengenali kondisi riil keluarga yang mereka dampingi.
“Kami ingin membangun rasa tanggung jawab yang kuat. Begitu seorang kader memegang wilayahnya, dia wajib rutin melakukan kunjungan rumah, mencatat hasil pengukuran, dan segera melaporkan kendala ke Dinas Kesehatan jika ditemukan masalah,” tegas Agus.
Intervensi Berbasis Data 14 Hari
Pasca-rampungnya Operasi Timbang Serentak, Pemkot Bontang langsung mengambil langkah cepat. Dalam kurun waktu 14 hari, pemerintah akan memetakan hasil penimbangan secara detail. Fokusnya adalah mengidentifikasi anak-anak yang berat badannya tidak naik (faltering), mengalami kekurangan gizi, memiliki persoalan sanitasi di lingkungan rumahnya.
Data komprehensif tersebut nantinya tidak hanya menjadi konsumsi Dinas Kesehatan. Pemkot Bontang akan menggelar koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melibatkan Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, pihak kecamatan, kelurahan, hingga penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan untuk merumuskan intervensi yang tepat sasaran.
Kerja Keroyokan Demi Target 12,5 Persen
Agus Haris menegaskan bahwa stunting adalah masalah multidimensi yang mustahil diselesaikan oleh satu instansi saja. Faktor pemicunya saling berkelindan, mulai dari pola makan, akses sanitasi yang buruk, minimnya edukasi, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Meski tantangannya kompleks, Pemkot Bontang tetap memasang target optimistis: menurunkan prevalensi stunting hingga menyentuh angka 12,5 persen tahun ini.
Melalui kombinasi pendataan yang akurat, intervensi lintas sektor, serta pendampingan langsung secara militan oleh para kader posyandu, Bontang optimistis target tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata peningkatan kualitas tumbuh kembang anak di Kota Taman. (Ima)

















