Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Identitas

Vokal Jurnalis Perempuan Bontang ‘Dilematis’ Minim Perlindungan dan Rentan Pelecehan Seksual

inspirasa.co by inspirasa.co
9 Maret 2023
in World
0
Vokal Jurnalis Perempuan Bontang ‘Dilematis’ Minim Perlindungan dan Rentan Pelecehan Seksual

Jurnalis perempuan Bontang dari kiri (Fitri, Yuli, Mira).

510
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Momentum Peringatan Hari Internasional Perempuan, dedikasi untuk jurnalis perempuan di Kota Bontang”

Sudah mulai banyak perempuan yang berkiprah di dunia kerja profesi jurnalistik. Setali tiga uang dengan jumlah media massa yang meningkat pesat.

Baca juga :

Saat Melakukan Operasi Militer di Jalur Gaza Selatan, 12 Tentara Israel Disengat Gerombolan Tawon

Kalah dari Irak, Tersisa Satu Cara Timnas Indonesia U-23 untuk Melangkah ke Olimpiade

Profesi jurnalis bukan hanya soal bekerja, lalu menerima kompensasi, tidak sebanding dengan beban dan risiko pekerjaan yang harus mereka ambil.

Bicara soal hak untuk bebas menentukan dari rasa ketakutan, jurnalis perempuan dihadapkan pada konsekuensi dilematis.

Nyatanya, masih banyak jurnalis perempuan yang rentan terkena diskriminasi, pelecehan atau kekerasan seksual saat melakukan pekerjaan jurnalistiknya.

Di momentum perayaan Hari Perempuan Internasional tahun ini, menjadi refleksi terhadap kondisi jurnalis perempuan, khususnya di Kota Bontang.

Tiga perempuan jurnalis aktif yang melakukan kerja-kerja jurnalistik di Kota Bontang ini, membeberkan perihal tantangan dan ancaman yang diterima sepanjang melakukan peliputan.

Hingga pentingnya prosedur operasional standar (SOP), terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual untuk jurnalis perempuan.

Mendorong perusahaan media punya SOP peliputan berisiko

Fitri Wahyuningsih, perempuan 27 tahun menjadi jurnalis sejak 2019 hingga saat ini, gamblang mengungkapkan, dalam rentang selama berkarier, lingkungan media masih belum aman bagi jurnalis perempuan.

Fitri mengaku, beberapa kali mengalami bermacam gangguan verbal dan non verbal, dialami saat melakukan pekerjaan jurnalistiknya.

“Tindakan itu tentu sangat merendahkan martabat. Juntrungnya membuat saya tak nyaman menjalankan kerja-kerja jurnalistik,” bebernya.

Pengalaman buruk itu dikatakan Fitri, rentan dialami semua rekan jurnalis perempuan yang dijumpainya, saat melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Namun tak banyak yang bisa mereka lakukan menepis gangguan-ganguan itu. Karena bingung bagaimana cara menangani.

Belum lagi relasi kuasa kerap tak imbang antara pelaku dan korban. Ini membuat kasus pelecehan seksual di lingkungan media seolah tak penting. Terlebih menurutnya, belum ada media di Bontang menerapkan dan menyediakan prosedur operasional standar (SOP), dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual untuk jurnalis perempuan.

“Sependek pengetahuan saya, belum ada perusahaan media di Bontang yang punya SOP penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual,” bebernya.

Akibat dari ketiadaan SOP itu, membuat korban jurnalis perempuan ini seperti berjalan sendiri tanpa bisa berbuat. Hal itu jika dibiarkan, tentu sangat rentan membuat korban trauma.

“Saya sangat berharap agar perusahaan media di Bontang menyusun SOP penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual. SOP ini penting agar lingkungan media bisa lebih aman. Bukan hanya untuk jurnalis perempuan, juga laki-laki atau non biner sekalipun,” urainya.

Jurnalis Perempuan harus berani bersuara perjuangkan kesetaraan gender

Yuli perempuan 28 tahun menjadi jurnalis aktif sejak 2014 hingga saat ini mengatakan, Hari Perempuan Internasional, jadi momen yang pas untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

Yuli menekankan, saat ini jurnalis perempuan masih terkendala ketidaksetaraan gender, tak jarang kerap dipandang sebelah mata. Padahal sejatinya, perempuan pun punya potensi yang sama dengan kaum laki-laki.

Ruang aman bagi jurnalis perempuan juga rasanya masih sempit. Masih ada beberapa keluhan jurnalis perempuan, yang menyebut dilecehkan, baik itu secara verbal maupun nonverbal.

“Kenapa? Karena perempuan sering dianggap lemah, tidak berdaya,” ungkapnya.

Untuk itu, jurnalis perempuan harus lebih berani bersuara dan melawan, ketika mendapat perlakuan yang tidak mengenakan, saat menjalankan tugas liputan.

Wadah Perlindungan jurnalis perempuan di Bontang

Mira perempuan 29 tahun menjadi jurnalis aktif sejak 2019 hingga saat ini, mendorong wadah yang memperjuangkan hak-hak jurnalis perempuan benar-benar getol, memperjuangkan diskriminasi dalam pelbagai bentuk yang dialami jurnalis perempuan di setiap daerah.

“Sampai saat ini perlindungan terhadap jurnalis perempuan masih sangat minim. Baik pelecehan seksual, verbal, fisik ataupun lainnya. Perlindungan dari organisasi pers, kantor bahkan sesama rekan belum maksimal bahkan nyaris tidak tertangani,” jelasnya.

Menurutnya, budaya patriarki masih sangat kental, seharusnya sebagai seorang jurnalis bisa menempatkan dirinya sebagai patriarki maupun feminisme.

“Di Bontang pun, jurnalis perempuan terpaksa menghadapi masalah tersebut sendiri karena tidak ada ruang aman. baik kantor, lingkungan, bahkan teman, kantor ataupun organisasi pers,” tukasnya.

Maka dari itu, Mira mendorong benar-benar ada wadah bagi perlindungan jurnalis perempuan, khususnya di Bontang. *(Aris).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Antusias Umat Muslim Sambut Ramadhan 2023, Berkah Bagi Penjual Pakaian

Antusias Umat Muslim Sambut Ramadhan 2023, Berkah Bagi Penjual Pakaian

PT Pertamina Hulu Mahakam Catat Rekor Baru Dalam Pengeboran Offshore di South Mahakam

PT Pertamina Hulu Mahakam Catat Rekor Baru Dalam Pengeboran Offshore di South Mahakam

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kutai Timur (Kutim) menggelar sosialisasi Pengarusatamaan gender serta penyusunan penganggaran responsif gender di Hotel Royal Victoria Sangatta.

Gelar Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, Dinas P3A Kutim Dorong Keadilan Gender di Seluruh Lini Kehidupan

1 Desember 2023
Komisi II DPRD Kaltim Desak Pertanggungjawaban, PT Mitra Tujuh Samudra Tak Hadir di RDP

Komisi II DPRD Kaltim Desak Pertanggungjawaban, PT Mitra Tujuh Samudra Tak Hadir di RDP

17 April 2025
165 Guru di Kukar Diangkat Jadi PPPK

165 Guru di Kukar Diangkat Jadi PPPK

10 September 2023
Menyusuri Pesisir Kukar, Baharuddin Demmu Dengar Langsung Aspirasi Warga Tanjung Barukang hingga Sungai Meriam

Menyusuri Pesisir Kukar, Baharuddin Demmu Dengar Langsung Aspirasi Warga Tanjung Barukang hingga Sungai Meriam

4 Juli 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
  • Neni Moerniaeni Jadi Pembicara di Forum Nasional, Beberkan Strategi Bontang Sukses Tekan Angka Pengangguran Hingga 6,3% 6 Mei 2026
  • Aksi Penanaman Mangrove di HUT ke-80 Persit, Neni Moerniaeni: Jaga Mangrove Sekarang, Investasi untuk Generasi Mendatang 5 Mei 2026
  • Wawali Agus Haris Minta Perangkat Daerah Kawal Warga dari Ancaman Investasi dan Pinjaman Ilegal 5 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...