Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kemampuan adaptasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi tantangan birokrasi modern. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Jumat (8/5/2026).
Neni mengingatkan bahwa momentum pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan pengukuhan komitmen spiritual dan tanggung jawab moral kepada negara serta Tuhan Yang Maha Esa.
“Amanah yang saudara emban hari ini adalah bentuk kepercayaan besar. Jalankan dengan integritas tinggi, profesionalisme, dan penuh tanggung jawab,” tegas Neni dalam arahannya.
Pemerintah Kota Bontang resmi mengambil sumpah dan melantik total 223 orang, dengan rincian sebagai berikut:
PNS Baru: 119 orang terdiri dari 112 CPNS yang resmi menjadi PNS dan 7 PNS. Pejabat Fungsional: 104 orang terdiri dari 52 pejabat fungsional ahli pertama dan 52 pejabat fungsional terampil.
Zero Tolerance terhadap Maladministrasi
Di era keterbukaan informasi, Wali Kota menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi praktik maladministrasi, pungutan liar (pungli), maupun penyalahgunaan wewenang. Masyarakat, lanjutnya, menaruh harapan besar pada pundak ASN untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi.
Menghadapi Tantangan Digital 2026
Memasuki tahun 2026 yang kian dinamis, Neni menyoroti peran strategis pejabat fungsional sebagai ujung tombak inovasi birokrasi. Ia meminta mereka bekerja mandiri berdasarkan kompetensi spesifik, terutama dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi yang masif.
Ini tiga pilar utama ASN Unggul menurut Wali Kota Neni:
1. Literasi Digital: Wajib menguasai teknologi terbaru.
2. Kapasitas Manajerial: Mampu mengelola tugas secara efektif.
3. Kecerdasan Sosio-Kultural: Sensitif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.
Pesan Khusus: Keluar dari Zona Nyaman
Kepada para PNS yang baru saja menyandang status 100 persen, Neni berpesan agar tidak terlena dalam zona nyaman. Ia berharap mereka menjadi “darah segar” yang membawa ide-ide inovatif dan menjadi agen perubahan di instansi masing-masing.
Sementara bagi pejabat fungsional, ia memberikan instruksi khusus agar performa kerja tidak hanya berorientasi pada pengejaran angka kredit demi kenaikan pangkat.
“Jangan hanya fokus pada administrasi angka kredit. Pastikan setiap pekerjaan menghasilkan output dan outcome yang dampaknya benar-benar dirasakan nyata oleh masyarakat Bontang,” pungkasnya.

















