Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi Qurani. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggelontorkan insentif sebesar Rp2 juta per bulan untuk para guru ngaji di Kota Taman.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menghadiri Wisuda Santri TKA/TPA/TQA ke-20 tingkat Kota Bontang di Masjid Raya Baiturrahman PKT, Minggu (14/6/2026).
“Pembinaan sejak usia dini melalui TKA, TPA, dan TQA adalah investasi penting. Kita ingin mencetak SDM yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berakhlak mulia berlandaskan nilai Islam,” ujar Neni.
Selain insentif guru ngaji, Neni menyebut program jaminan pendidikan seperti Bontang Pintar juga terus digenjot untuk memperluas akses pendidikan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa peran pemerintah harus didukung oleh benteng keluarga, terutama dalam mengawasi penggunaan gawai (gadget) pada anak.
“Pengawasan digital dari orang tua sangat penting agar anak-anak kita terhindar dari konten negatif, dan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pesannya di hadapan para orang tua.
Kebijakan insentif yang jumbo ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua DPW BKPRMI Kalimantan Timur, Ustadz Endro S. Effendi. Menurutnya, perhatian Pemkot Bontang terhadap kesejahteraan ustadz dan ustadzah adalah salah satu yang tertinggi di Kaltim, bahkan di Indonesia.
“Ini luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia,” puji Endro.
Sebagai informasi, agenda wisuda yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang” ini meluluskan sebanyak 728 santri yang telah dinyatakan lulus munaqasyah, dari total 798 peserta ujian.
Acara yang diinisiasi oleh LPPTKA BKPRMI Kota Bontang ini berlangsung meriah. Tak hanya prosesi sakral seperti pembacaan ikrar dan penyerahan beasiswa, Wali Kota Neni juga mencairkan suasana lewat dialog interaktif serta kuis berhadiah langsung bagi para santri. (Ima)















