Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Agus Haris Kecewa Proyek Kawasan Industri Bontang Lestari Dinilai Tidak Transparan

inspirasa.co by inspirasa.co
8 Juli 2024
in Daerah
0
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengadakan rapat penting mengenai kawasan industri, di sekretariat DPRD Bontang, Senin (8/7/2024).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengadakan rapat penting mengenai kawasan industri, di sekretariat DPRD Bontang, Senin (8/7/2024).

393
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengadakan rapat penting mengenai kawasan industri, di sekretariat DPRD Bontang, Senin (8/7/2024).

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris, didampingi oleh Maming dan Bakhtiar Wakkang.

Baca juga :

Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan

Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik

Juga turut dihadiri berbagai pihak, meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pihak Pertanahan Kota Bontang, dan Lurah Bontang Lestari.

Dalam rapat tersebut Agus Haris mengungkapkan kekecewaannya karena DLH Provinsi tidak bisa hadir, padahal kehadiran DLH Provinsi sangat penting dalam membahas isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan proyek industri di Bontang.

Salah satunya, terkait laporan warga yang mempertanyakan kapan proyek di daerah Sekambing bisa terlaksana.

“Mereka bertanya kepada kami, kapan proyek tersebut akan berjalan di daerah Sekambing. Karena sudah lama ditunggu-tunggu. Saya pun kaget dan mencari informasi lebih lanjut. Saya menemukan surat undangan rapat komisi yang membahas dokumen AMDAL dan RPL pada 3 April 2024,” ujarnya.

Menurut AH sapaan akrabnya mengatakan, bahwa terkait proses pembebasan lahan di kawasan industri selama ini hanya dibahas melalui rapat virtual, sehingga dinilai tidak efektif dan kurang transparan. Bahkan ada salah satu area yang pembahasan sudah sangat jauh tanpa sepengetahua legislatif.

“Bayangkan, kawasan industri hanya dibahas melalui rapat daring, tanpa sepengetahuan kami, kemudian suatu kawasan diputuskan hanya melalui daring,” timpalnya

AH pun mempertanyakan siapa yang mewakili masyarakat dalam rapat tersebut. “Saya tanya siapa yang mewakili? Disebutlah Pak Zaenal, Ketua RT 15. Beliau yang mewakili masyarakat Bontang Lestari. Nah, yang menyetujui kawasan itu hanya satu orang. Itukan tidak masuk akal,” terangnya.

Ia pun menekankan pentingnya memahami Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2019 tentang tata ruang, yang menyebutkan bahwa beberapa area di Bontang Lestari memang dialokasikan sebagai kawasan industri. Dan harus memahami dasar penetapan harga di daerah tersebut sebagai bentuk perlindungan masyarakat.

“Ada salah satu dari masyarakat. Mereka punya 1 hektar lahan yang dibayar 100 juta, itu tidak sampai berbulan-bulan habis. Kayak beli kacang saja,” terangnya.

Dirinya pun meminta agar transparansi dan keadilan dalam proyek kawasan industri bisa diutamakan.

“Dewan berupaya untuk melindungi hak-hak masyarakat setempat dan memastikan bahwa proses pembebasan lahan dilakukan secara adil dan transparan. Dengan demikian, diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan kawasan industri di Bontang serta memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat,” tandasnya. (Adv)

Pewarta: Yayuk

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
BNPB Mendata 43 Warga Dinyatakan Hilang Akibat Bencana Tanah Longsor di Desa Tulabolo Gorontalo

Pencarian Terus Dilakukan, BNPB Mendata 43 Warga Dinyatakan Hilang Akibat Bencana Tanah Longsor di Desa Tulabolo Gorontalo

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang Agus Haris, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), di sekretariat DPRD Bontang, bersama DPMPTSP, Badan Pertanahan, Dinas Perkim, serta Lurah Bontang Lestari. Senin (8/7/2024).

Harga Tanah Warga di Loktunggul Ditawar Rp10.000 Per Meter Jauh dari Harga NJOP, Agus Haris: Merugikan Masyarakat

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Dispora Provinsi Kalimantan Timur Harapkan Pemuda Pemudi yang Mengikuti PPAN Terus Menebar Manfaat

Dispora Provinsi Kalimantan Timur Harapkan Pemuda Pemudi yang Mengikuti PPAN Terus Menebar Manfaat

2 November 2023
Foto: Kegiatan Gerakan Masyarakat Membawa Anak ke Posyandu (GERMAS MADU) di Posyandu Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, Senin (25/11/2024).

Camat Bontang Utara Dukung GERMAS MADU di Posyandu Wijaya Kusuma

26 November 2024
Foto: Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Heru Yuswanto dan Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar, Selasa (4/02/2025).

Sinergitas Antar Aparat Penegak Hukum, Karutan Samarinda Sambangi Polresta Samarinda

6 Februari 2025
Silpa Rp2,5 Triliun APBD 2024 Jadi Sorotan, Damayanti: Itu Hak Rakyat yang Tertunda

Silpa Rp2,5 Triliun APBD 2024 Jadi Sorotan, Damayanti: Itu Hak Rakyat yang Tertunda

23 Juni 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan 7 Mei 2026
  • Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik 7 Mei 2026
  • Agus Haris Hadiri Pelantikan Pengurus YJI Bontang: Dorong Pola Hidup Sehat Mulai dari Keluarga 7 Mei 2026
  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...