Kamis, Mei 7, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Andi Sofyan Hasdam Soroti Rencana Penurunan Alokasi Dana TKD dalam APBN 2026, Berdampak Penurunan Kemampuan Fiskal di Daerah

inspirasa.co by inspirasa.co
10 September 2025
in Nasional
0
Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam

Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam

395
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Komite I DPD RI mengikuti sidang paripurna pemberian pertimbangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, kepada Menkeu Purbaya Yudi Sadewa menegaskan, agar pemerintah pusat tidak mengurangi dana transfer ke daerah dalam APBN 2026.

Baca juga :

Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran

Neni Moerniaeni Jadi Pembicara di Forum Nasional, Beberkan Strategi Bontang Sukses Tekan Angka Pengangguran Hingga 6,3%

Dijelaskan Andi Sofyan Hasdam, kementerian melakukan skema mengatur dana transfer, yang dimana sebagian dana dialihkan ke kementerian, kemudian dana tersebut kembali disalurkan ke daerah.

Namun yang menjadi soal tegas Andi Sofyan Hasdam, bila skema itu dilakukan, maka berpotensi menimbulkan ketidakadilan.

“Kalau ke kementerian maka pasti tidak merata semua daerah mendapat. Yang mengetahui kondisi daerah itu adalah kepala daerah,” tegas Andi Sofyan Hasdam. Selasa (10/9/2025).

Maka itu, Senator asal Bontang Kaltim ini menegaskan, dalam rangka penguatan otonomi daerah, dana itu sebaiknya diserahkan kepada kepala daerah.

Sebab, pemangkasan dana transfer bisa memicu instabilitas baru di daerah. Ia mencontohkan, bagaimana gejolak sempat terjadi di sejumlah daerah, seperti Pati dan Bone, akibat peningkatan pajak daerah melalui PBB-P2.

Atas dasar itu, Komite I DPD RI meminta pemerintah pusat agar alokasi dana transfer ke daerah dalam APBN 2026 tetap dipertahankan, minimal sama dengan tahun sebelumnya.

“Kalau dana transfer turun, maka kesejahteraan masyarakat di daerah pasti menurun. Dana pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial juga akan berkurang. Ini tentu kita tidak inginkan,” tegasnya.

Untuk diketahui pemerintah pusat melakukan kebijakan dengan memotong Dana Bagi Hasil (DBH) yang dialokasikan ke daerah, termasuk DBH migas untuk Kalimantan Timur, dan dana transfer daerah secara keseluruhan untuk tahun anggaran 2026.

Dimana Pemerintah pusat mengusulkan penurunan alokasi menjadi Rp 650 triliun pada 2026, jauh di bawah Rp 864,1 triliun pada tahun 2025.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di daerah, khususnya daerah yang bergantung dari DBH seperti Bontang, Kutim, Kukar, sebab ini terkait kemampuan pembiayaan operasional dan untuk mendanai berbagai program pemerintah daerah.

Penulis: Fitri Wahyuningsih

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Penertiban Parkir Liar di Ruang Publik

DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Penertiban Parkir Liar di Ruang Publik

Warisan Budaya Samarinda Terancam Hilang, DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Pelestarian

Warisan Budaya Samarinda Terancam Hilang, DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Pelestarian

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Ketua DPD II Golkar Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

Kahar Kalam Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Bapaslon Neni Moerniaeni dan Agus Haris

25 Agustus 2024
Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas. (ist)

Sayid Anjas Dorong Peningkatan PAD Lewat Penarikan Pajak dan Retribusi Parkir

12 Juni 2024
Mulyana Dorong Realisasi Program Pendidikan Disdikbud

Mulyana Dorong Realisasi Program Pendidikan Disdikbud

8 November 2024
Yan Desak Peningkatan Infrastruktur di Objek Wisata Kongbeng

Yan Desak Peningkatan Infrastruktur di Objek Wisata Kongbeng

4 Desember 2024

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Dongkrak PAD, DPRD Bontang Bidik Pendapatan dari Aset Videotron Dorong Skema Kerja Sama Perusahaan 7 Mei 2026
  • Satu Dekade Tak Berubah dan Nihil Temuan BPK, Andi Faizal Usul Dana Parpol Bontang Layak Naik 7 Mei 2026
  • Agus Haris Hadiri Pelantikan Pengurus YJI Bontang: Dorong Pola Hidup Sehat Mulai dari Keluarga 7 Mei 2026
  • Wali Kota Bontang Sabet Penghargaan Terbaik I Tingkat Kota dari Kemendagri Mampu Tekan Pengangguran 6 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Memuat Komentar...