Inspirasa.co – Realisasi anggaran pada kinerja manajemen keuangan Pemerintah Provinsi Kaltim di penghujung tahun 2025, tercatat ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp500 Miliar.
Dirincikan serapan belanja berada di angka 81%, sementara serapan pendapatan mencapai 90%, dan status fiskal kondisi keuangan dinyatakan seimbang.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. “Artinya kita tidak defisit,” jelasnya belum lama ini.
Menurutnya, angka ini menunjukkan efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan SiLPA tahun 2024 yang mencapai Rp2,59 Triliun.
Penurunan SiLPA yang drastis ini mengindikasikan perencanaan dan eksekusi anggaran yang lebih tajam.
Kendati demikian Pemprov Kaltim mengidentifikasi beberapa faktor terkait OPD yang serapannya belum maksimal.
Adanya regulasi atau peraturan yang belum tuntas di tingkat pusat maupun daerah. Pelanjutan proyek atau program yang tertunda di 2025 akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Pemprov akan melakukan evaluasi khusus terhadap OPD dengan serapan rendah untuk meningkatkan performa di tahun depan. (*)
















Discussion about this post