Inspirasa.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri aksi kemanusiaan donor darah bertajuk “KNI Care: Solidarity for Life – The Heart of Giving” yang diinisiasi oleh PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) bekerja sama dengan PMI Kota Bontang, Senin (20/4/2026).
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan di era modern tidak lagi bisa dilakukan secara parsial. Ia menggaungkan semangat “Bersama untuk Kesehatan, Dukung Sains” sebagai fondasi utama menghadapi tantangan kesehatan yang kian kompleks.
Neni menyoroti pentingnya pendekatan One Health sebagai solusi holistik bagi kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan manusia tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan, hewan, dan tumbuhan.
“Pendekatan ini krusial agar kita tidak lagi melihat persoalan kesehatan secara terkotak-kotak. Semua adalah satu kesatuan yang harus ditangani secara terintegrasi,” jelasnya.
Selain memberikan apresiasi atas aksi donor darah, Wali Kota juga memuji kontribusi nyata PT KNI yang menyerahkan satu unit mobil donor darah kepada PMI Kota Bontang. Baginya, ini adalah bukti konkret bahwa sektor swasta mampu menjadi pilar pendukung pelayanan publik yang handal.
Menyinggung soal tantangan fiskal, Neni menekankan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik. Kuncinya terletak pada kemitraan strategis, membangun hubungan kuat dengan sektor swasta (CSR), memastikan standar pelayanan tetap tinggi meski dana terbatas, menggabungkan sumber daya pemerintah dan dunia usaha untuk kepentingan rakyat.
“Pemerintah harus jeli bermitra. Kolaborasi seperti inilah yang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai standar tanpa terhambat urusan anggaran,” tegas Neni.
Menutup arahannya, Neni mengajak warga Bontang untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ia mengingatkan bahwa manfaat donor darah bersifat timbal balik; menolong nyawa penerima sekaligus meningkatkan kesehatan metabolisme pendonor.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendirian. Dibutuhkan kerja sama yang kuat, inovatif, dan berorientasi pada hasil antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Ima)
















Discussion about this post