Inspirasa.co – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur secara resmi membedah catatan keuangan mereka ke hadapan publik.
Catatan keuangan ini bukan sekedar langkah rutinitas administratif, melainkan pernyataan sikap, bahwa integritas gerakan tidak boleh dinodai oleh spekulasi rupiah. Senin (27/4/2026).
Erli Sopian, Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyampaikan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp34.000.236. Angka yang bukan berasal dari kantong korporasi, melainkan murni sumbangan swadaya warga Kaltim.
“Dana ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah akumulasi harapan masyarakat Kaltim yang dititipkan kepada kami. Setiap rupiah adalah bukti sahih solidnya gerakan ini,” tegas Erli Sopian.
Dalam konferensi pers yang digelar di Samarinda, aliansi membeberkan bahwa Rp31.869.500 telah dialokasikan untuk membiayai aksi lapangan.
Berikut ringkasan penggunaannya:
Logistik dan Konsumsi: Menjamin ribuan massa tetap memiliki energi di bawah terik matahari Samarinda.
Alat Peraga dan Sound System: Memastikan suara tuntutan terdengar lantang menembus dinding gedung pemerintahan.
Operasional Lapangan: Biaya taktis untuk mobilisasi dan perlengkapan keamanan peserta.
Saat ini, tersisa saldo sebesar Rp2.366.500. Dana sisa ini dipastikan tidak akan mengendap, melainkan disiapkan sebagai modal awal untuk rencana aksi lanjutan yang tengah digodok oleh tim aliansi.
Langkah aliansi ini seolah menjadi antitesis bagi pola komunikasi birokrasi yang seringkali tertutup. Sekretaris Aliansi, Sapta Guspiani, menekankan bahwa kejujuran finansial adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami berterima kasih atas dukungan finansial dan doa warga. Laporan ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kami kepada khalayak Kalimantan Timur. Kami ingin membuktikan bahwa gerakan ini dikelola dengan integritas yang jauh lebih sehat dibandingkan sistem yang kami kritik,” ujar Sapta tajam.
Aksi 21 April lalu mencatatkan diri sebagai salah satu mobilisasi massa terbesar tahun ini di Kaltim. Dengan rilisnya laporan keuangan ini, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mengirimkan pesan kuat, bahwa masyarakat tidak hanya mampu menggalang massa di jalanan, tetapi juga mampu mengelola kepercayaan secara terorganisir dan akuntabel.
Kini, bola panas kembali ke tangan pemerintah daerah. Saat rakyat sudah berani membuka dapur mereka, publik tentu menanti sejauh mana para pemangku kebijakan berani bersikap transparan terhadap tuntutan yang telah disuarakan.
Penulis: Hendrikus Gantur















