Samarinda – Kampung Tenun dan Kampung Ketupat di Samarinda Seberang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
DPRD Kota Samarinda mendorong agar kedua kawasan tersebut memiliki identitas yang kuat sehingga karakter wisatanya lebih mudah dikenali pengunjung.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan masing-masing kawasan memiliki kekhasan yang dapat menjadi daya tarik wisata. Kampung Tenun memiliki aktivitas pembuatan sarung Samarinda, sedangkan Kampung Ketupat dikenal dengan kuliner lokal yang berkembang di tepian Sungai Mahakam.
“Kampung Tenun punya kekuatan dari proses pembuatan sarung Samarinda yang bisa dilihat langsung pengunjung. Sementara Kampung Ketupat memiliki potensi kuliner khas yang berkembang di sekitar tepian Mahakam,” ujar Viktor, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kekhasan tersebut perlu ditampilkan secara konsisten agar wisatawan dapat langsung mengenali karakter kawasan. Identitas destinasi tidak harus selalu dibangun melalui proyek fisik berskala besar.
Penataan unsur visual yang berkaitan dengan budaya setempat, kata Viktor, dapat menjadi salah satu cara memperkuat ciri kawasan. Konsep tersebut juga dapat membantu masyarakat maupun wisatawan membedakan karakter Kampung Tenun dan Kampung Ketupat.
“Identitas visual seperti itu perlu kita bangun,” katanya.
Viktor berharap pemerintah memasukkan penguatan identitas tersebut dalam rencana pengembangan wisata Samarinda Seberang. Aktivitas masyarakat yang sudah menjadi ciri khas kawasan juga dinilai perlu dipertahankan.
“Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata diharapkan tidak menghilangkan karakter lokal, tetapi justru menjadikannya sebagai daya tarik utama bagi pengunjung,” tandasnya. (adv)

















