Inspirasa.co – Pemerintah Kota Bontang memastikan hak gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera cair pada Juni 2026. Guna merealisasikan kebijakan tersebut, pemkot telah menggelontorkan anggaran fantastis berkisar antara Rp18 miliar hingga Rp20 miliar.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan bahwa proses administrasi pencairan saat ini sedang dikebut agar dana bisa langsung masuk ke rekening para pegawai dalam waktu dekat. “Targetnya bulan ini sudah bisa diterima ASN,” tegas Neni, Senin (1/6/2026).
Tanpa TPP dan Bebas Potongan
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, komponen Gaji ke-13 tahun ini tidak lagi mencakup Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Neni menjelaskan, TPP telah lebih dahulu disalurkan penuh sebelum hari raya Idulfitri lalu.
Meski tanpa TPP, Neni optimistis hal ini tidak akan mengganggu kesiapan ASN dalam menghadapi tahun ajaran baru sekolah. Alasan utamanya karena Pemkot Bontang telah mengintervensi kebutuhan dasar pelajar lewat program bantuan perlengkapan sekolah gratis.
Acuan Nilai: Besaran gaji ke-13 mengacu penuh pada penghasilan ASN bulan Mei 2026. Diterima Bersih: Pembayaran dipastikan bebas potongan, baik untuk iuran wajib maupun kredit pensiun.
Pemerintah menegaskan bahwa tidak semua ASN otomatis mendapat berkah tahunan ini. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026, fasilitas gaji ke-13 tidak berlaku bagi; ASN yang sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara. ASN yang diperbantukan di luar instansi pemerintah dan telah menerima gaji dari tempat penugasannya.
Sedangkan untuk ASN yang juga berstatus sebagai penerima pensiun, pembayaran hanya akan diberikan satu kali—dipilih berdasarkan nilai yang paling menguntungkan. Di sisi lain, hak untuk penerima pensiun janda atau duda dipastikan tetap aman dan cair sesuai ketentuan.
Tuntut Peningkatan Kinerja
Lewat pencairan stimulus ini, Wali Kota Bontang menuntut timbal balik yang sepadan dari para abdi negara. Ia berharap tambahan penghasilan ini menjadi suntikan motivasi bagi ASN untuk menggenjot kualitas pelayanan publik.
“Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan. ASN harus tetap bekerja profesional dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkas Neni.
















