Minggu, Juni 21, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Business

Hewan Qurban di Bontang Melewati Tahap Pemeriksaan Ketat, Akibat PMK Stok Sapi Berkurang

inspirasa.co by inspirasa.co
28 Juni 2022
in Advetorial, Business, Daerah, Health, Info Terkini, Politik
0
Hewan Qurban di Bontang Melewati Tahap Pemeriksaan Ketat, Akibat PMK Stok Sapi Berkurang

Foto istimewa hewan qurban sapi milik warga.

367
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Jelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah tahun 2022, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan bahwasanya hewan untuk qurban khususnya sapi yang ada di Bontang bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Rustam menjelaskan, seluruh sapi-sapi yang masuk ke Bontang untuk qurban ini dinyatakan aman oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) dan telah melalui tahap pemeriksaan secara ketat, baik pemeriksaan administratif maupun secara klinis.

Baca juga :

Menakar Kepastian Hukum: Mengapa Banyak Kasus Korupsi Sengaja Dibuat Menggantung?

Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Sertifikasi Ahli Muda Konstruksi Jenjang 7

“Sudah dilakukan pemeriksaan ketat. Jadi dipastikan sapi yang masuk di Bontang sudah bebas dari PMK,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Politikus partai Golkar ini menjelaskan, pada dasarnya penyakit PMK tersebut tidak berdampak pada manusia, lantaran penularannya hanya dari hewan ke hewan lain. Meski demikian, ia tetap menghimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hendak mengolah daging qurban harus memperhatikan kebersihan.

“Penyakit PMK ini tidak menular ke manusia. Tapi untuk antisipasi sebelum di konsumsi langsung direbus dulu 30 menit,” timpalnya.

Lanjut Rustam menuturkan, akibat wabah PMK ini stok sapi di kota taman menjadi berkurang, walhasil harganya pun semakin melambung tinggi. Bahkan selisihnya bisa sampai sampai Rp 2-5 juta dari selisih harga sebelumnya.

“Memang lagi tinggi harganya, karena stoknya berkurang,” terangnya.

Sementara DKP3 Bontang sampai saat ini masih terus memantau dan memastikan seluruh hewan qurban yang datang ke Bontang. Kebanyakan hewan tersebut dikirim dari pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Lantaran berdasarkan data siagapmk.id, Kaltim, Sulawesi dan NTT dinyatakan zona hijau penularan PMK. Sementara, untuk di pulau Jawa sedang mengalami zona merah wabah PMK. Sehingga tidak diperbolehkan mengirim sapi merek ke Bontang.

Penulis : Yayuk

Editor : Ars

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Besok Masyarakat Bufferzone Menggugat Gelar Demonstrasi Tuntut Transparansi CSR PKT

Besok Masyarakat Bufferzone Menggugat Gelar Demonstrasi Tuntut Transparansi CSR PKT

Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam Dorong Pemkot Tingkatkan Promosi Wisata

Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam Dorong Pemkot Tingkatkan Promosi Wisata

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Foto: Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Bontang Utara, Rully Adi Putra

Akses Air Bersih di Bontang Utara Meningkat, Kualitas Air Masih Butuh Perhatian

26 November 2024
Soal RS Type D Andi Faiz Sebut Sudah Sesuai Kajian yang Jelas, Jika Dialih Fungsikan Merugikan Masyarakat

Soal RS Type D Andi Faiz Sebut Sudah Sesuai Kajian yang Jelas, Jika Dialih Fungsikan Merugikan Masyarakat

9 Mei 2023
Foto Istimewa: Komisioner KPU RI Mochammad Afifuddin, ditunjuk sebagai pelaksana tugas Ketua KPU RI.

Ditunjuk Jadi Plt Ketua KPU RI, Afifuddin: Tugas Sebagai Plt Ketua KPU RI Merupakan Hal Berat

5 Juli 2024
Warga Desa Rempanga Loa Kulu Nyaris Ditikam Preman, Saat Menyuarakan Aspirasi Hentikan Aktivitas Tambang, Warga: Dengan Siapa Kami Harus Mengadu

Warga Desa Rempanga Loa Kulu Nyaris Ditikam Preman, Saat Menyuarakan Aspirasi Hentikan Aktivitas Tambang, Warga: Dengan Siapa Kami Harus Mengadu

1 April 2023

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Menakar Kepastian Hukum: Mengapa Banyak Kasus Korupsi Sengaja Dibuat Menggantung? 21 Juni 2026
  • Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Sertifikasi Ahli Muda Konstruksi Jenjang 7 19 Juni 2026
  • Satgas IKN Pastikan Kawasan Hutan Konservasi Nusantara Kini Bebas Tambang Ilegal 19 Juni 2026
  • Bangun SCCC di KIPP Nusantara, Otorita IKN Bakal Hadirkan Laboratorium Digital dan Robotik 19 Juni 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...