Inspirasa.co — Pemkot Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) resmi membuka Job Fair 2026 di Gedung Koperasi PKT, Selasa (1/9/2026). Bursa kerja ini menghadirkan 32 tenant—terdiri dari 29 perusahaan dan 3 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan menyediakan sekitar 400 lowongan di berbagai sektor industri.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, Job Fair menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk mengikis kesenjangan informasi yang selama ini memisahkan pencari kerja dan dunia industri.
“Kerap terjadi kesenjangan informasi antara perusahaan yang membutuhkan kriteria talenta tertentu dengan para pencari kerja. Job Fair hadir untuk menjembatani hal itu secara langsung,” ujar Neni.
Pemkot Bontang memproyeksikan ajang ini dapat menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal secara bertahap. Target ambisius tersebut dipasang guna menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bontang hingga menyentuh angka 5 persen.
Neni menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, sedikitnya 400 tenaga kerja lokal telah menyelesaikan pelatihan vokasi dan mengantongi sertifikasi kompetensi industri.
Ia mengapresiasi peran aktif LPK, Balai Latihan Kerja (BLK), dan lembaga pelatihan vokasi yang konsisten bersinergi melatih warga lokal agar siap pakai di pasar kerja.
Selain sektor industri formal, Pemkot Bontang juga menyiapkan skema penguatan ekonomi dari dua jalur strategis lainnya; Penegakan Perda naker lokal dengan Memastikan perusahaan yang beroperasi di Bontang mematuhi kewajiban menyerap minimal 75 persen tenaga kerja lokal dan pengembangan kewirausahaan nenciptakan wirausaha baru melalui fasilitasi bantuan permodalan tanpa bunga.
Neni optimistis kombinasi antara perluasan akses kerja, sertifikasi kompetensi, penciptaan wirausaha, dan penegakan regulasi lokal mampu mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang.















