Inspirasa.co – Angin segar berembus bagi para pekerja di Kota Taman. Upah Minimum Kota (UMK) Bontang untuk tahun 2027 diprediksi bakal mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh angka Rp4 juta.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan sinyal kuat terkait tren positif tersebut. Menurutnya, peluang kenaikan ini didorong oleh kondisi ekonomi daerah yang terus menunjukkan pemulihan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Neni mengungkapkan bahwa kenaikan upah pada tahun-tahun sebelumnya memang sempat melandai. Sebagai catatan, UMK pernah hanya naik sekitar Rp80 ribu akibat kontraksi ekonomi pada tahun 2024, di mana pertumbuhan ekonomi Bontang sempat merosot ke angka minus 2 persen.
Namun, situasi saat ini telah berbalik arah. Ekonomi Bontang kini berada di jalur positif dengan angka pertumbuhan yang menggembirakan dimana pertumbuhan non-Migas Blberada di kisaran 3 persen selain itu pertumbuhan umulatif termasuk Migas berhasil menembus angka di atas 6 persen.
“Sekarang ekonomi kita sudah tumbuh. Dengan perhitungan sesuai regulasi yang berlaku, sangat memungkinkan UMK kita menyentuh kisaran Rp4 jutaan,” ujar Neni.
Meski proyeksi kenaikan ini membawa harapan besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan berpatokan pada formula nasional. Formula tersebut mengintegrasikan variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator utama.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot juga menekankan pentingnya ruang dialog yang sehat antara serikat pekerja dan pihak perusahaan. Tujuannya agar kebijakan upah yang dihasilkan nantinya tetap berkeadilan dan tidak memberatkan salah satu pihak, sekaligus menjaga iklim investasi di Bontang tetap kondusif. (Ima)
















