Samarinda – Kondisi lampu penerangan di sejumlah ruang publik Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD. Fasilitas penerangan yang tidak berfungsi dinilai perlu segera ditangani karena ruang publik tetap dimanfaatkan masyarakat hingga malam hari.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim meminta Pemerintah Kota Samarinda melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan pengecekan secara berkala.
Menurutnya, pemeliharaan fasilitas tidak seharusnya hanya dilakukan setelah muncul laporan atau keluhan dari masyarakat.
“Lampu yang mati harus segera dicek dan diperbaiki,” jelas Rohim, Senin (24/8/26).
Ia menilai penerangan merupakan bagian penting dari fasilitas pendukung ruang publik. Ketika sejumlah titik berada dalam kondisi gelap, kenyamanan masyarakat dapat terganggu dan aspek keamanan kawasan juga perlu menjadi perhatian.
Karena itu, Rohim mendorong pemerintah memiliki pendataan yang jelas mengenai kondisi penerangan di setiap ruang publik. Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui titik-titik yang mengalami kerusakan sekaligus menentukan prioritas penanganan.
Menurutnya, pemeriksaan lapangan secara rutin akan membuat pemerintah lebih cepat mengetahui apabila terjadi kerusakan. Dengan demikian, perbaikan dapat dilakukan sebelum kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga.
“Jangan sampai menunggu masyarakat mengeluh baru kemudian dilakukan pengecekan. Pemeliharaan harus berjalan rutin,” ujarnya.
Rohim juga menilai pengelolaan fasilitas penerangan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pemeliharaan ruang publik secara keseluruhan. Pemerintah tidak hanya dituntut membangun fasilitas, tetapi juga memastikan sarana yang telah tersedia tetap berfungsi.
DPRD Samarinda berharap OPD terkait segera mengevaluasi kondisi penerangan di ruang-ruang publik, terutama kawasan yang banyak digunakan masyarakat pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.
“Fasilitas yang sudah dibangun harus benar-benar dirawat dan dipastikan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

















