Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini untuk mendorong perempuan agar lebih berani terlibat dalam dunia politik serta lantang menyuarakan isu kesetaraan gender dan perlindungan perempuan.
Celni menegaskan, kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan kebijakan bukan sekadar soal keterwakilan, melainkan kebutuhan nyata untuk mendorong perubahan yang lebih inklusif di berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan harus berani masuk ke dunia politik, bersikap kritis, dan mampu memperjuangkan kesetaraan gender, pendidikan, serta kesehatan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Di sisi lain, Celni juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak pernah sampai ke meja pelaporan. Rasa malu dan ketakutan terhadap stigma sosial disebutnya menjadi tembok yang menghalangi para korban untuk berani bersuara.
“Banyak korban merasa malu dan takut dibully, sehingga tidak berani melapor. Ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih terjadi setiap tahun, dengan sebagian besar korban memilih diam dan tidak melaporkan kejadian yang dialaminya.
Celni juga mengajak para orang tua untuk memperkuat pengawasan dan edukasi kepada anak sejak dini sebagai benteng pencegahan kekerasan. Pengenalan anggota tubuh, pemahaman batasan diri, serta kewaspadaan terhadap orang asing ia sebut sebagai bekal penting yang harus ditanamkan sejak kecil.
“Kita berharap melalui peringatan Hari Kartini, kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan terus bertambah,” pungkasnya.(adv)

















