Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyatakan kesiapannya menjadi donatur pribadi secara rutin bagi Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata.
Komitmen itu lahir dari kepeduliannya terhadap keberlangsungan kelompok seni yang telah mengharumkan nama Samarinda dan Kalimantan Timur di panggung internasional.
Celni mengungkapkan, Borneo Cantata bukan kelompok baru. Sanggar tersebut telah berkali-kali mewakili daerah dalam ajang paduan suara internasional, namun sebagian besar pembiayaannya ditanggung secara mandiri oleh para anggotanya.
“Sudah beberapa kali mereka mewakili Samarinda maupun Kaltim ke kancah internasional, dan memang dananya itu secara pribadi. Mungkin kalau memakai dana pemerintah, mekanismenya panjang dan ada aturannya,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Melihat potensi besar yang dimiliki sanggar tersebut, Celni mengaku tergerak untuk turun tangan secara langsung dengan menjadi donatur tetap setiap tahun.
“Saya memang bersedia menjadi donatur tetap setiap tahun, karena mereka punya potensi besar untuk membawa nama Samarinda lebih baik lagi di dunia internasional,” katanya.
Selain dukungan pribadi, Celni juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap sektor kebudayaan. Ia menilai banyak aset budaya yang sudah ada namun kurang mendapat perawatan, padahal potensinya bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan serius.
“Kita tidak bisa hanya membangun, tetapi juga harus merawat. Banyak aset budaya yang sudah ada, tetapi kurang perawatan. Padahal, itu bisa menjadi potensi untuk meningkatkan PAD,” tegasnya.
Celni juga menyinggung pentingnya pengembangan destinasi budaya di Samarinda, termasuk museum dan rumah adat yang dinilai menyimpan daya tarik besar jika dikelola secara optimal.
DPRD pun mendorong agar sektor kebudayaan ke depan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah, bukan sekadar pelengkap program pemerintah.(adv)

















