Inspirasa.co – PT Energi Unggul Persada (EUP) mengklaim kematian ikan bisa disebabkan banyak hal, seperti sabotase, dibawa arus, dan kurangnya oksigen. Kendati, hasil uji lab yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota dan provinsi belum ada.
Humas PT EUP, Jayadi pun membantah matinya ribuan ikan di perairan Bontang Lestari akibat limbah pabrik mereka.
Jayadi menjelaskan, perusahaan memegang izin pembuangan limbah cair yang diperoleh dari pemerintah.
Jayadi mengklaim, limbah tersebut bisa dibuang tapi dengan catatan, masih di ambang batas yang ditentukan pemerintah dan pembuangan masih di areal perusahaan.
Usai video matinya ikan diduga akibat limbah perusahaan diunggah ke media sosial dan viral pada 19 Maret 2025, pihaknya langsung melakukan investigasi internal, mengecek Wastewater Treatment Plant (WWTP) mereka,
sehari setelahnya, Kamis (20/3/2025).
“Sampai saat ini berjalan semua berjalan sesuai prodedur. Tidak ada pembuangan, tidak ada ceceran. Masih sesuai SOP dalam perizinan, baik Permen LH atau aturan gubernur. Tidak ada yang dilanggar,” kata Jayadi dalam rapat Komisi B dan C DPRD Bontang.
Jayadi pun menyebut perusahaan rutin melakukan uji sampling air limbah. Hasilnya, menurut mereka, masih sesuai ambang batas. Oleh sebab itu, perusahaan pengolah CPO ini kemudian menyangsikan dugaan ribuan ikan mati akibat limbah mereka.
“Kalau misal ada ikan mati, bisa jadi faktor eksternal. Banyak faktornya, bisa terbawa arus, sabotase, kurang oksigen, tapi semua itu masih asumsi,” katanya.
Untuk membuktikan asumsi tersebut, kata Jayadi, maka perlu menunggu hasil penelitian laboratorium yang diakui negara, di mana dalam hal ini dilakukan oleh Lingkungan Hidup dari tingkat kota-provinsi, hingga pusat.
“Yang berhak mengambil kesimpulan (tercemar dan membuktikan pencemaran) adalah DLH, baik kota, provinsi, atau LH di pusat. Sampai saat ini, PT EUP sangat kooperatif untuk semua tim yang akan mengambil dari dan atas perintah negara. Di luar daripada itu, kami menolaknya,” bebernya. (Fitri/Aris)
Discussion about this post