Rabu, Juli 15, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Advetorial

Sidak Pemkot Bontang Bongkar Pemicu Tagihan Air Bengkak, Praktik Satu Pipa Ramai-Ramai, Wawali Sentil Pemilik Kontrakan

inspirasa.co by inspirasa.co
15 April 2026
in Daerah
0
Foto: Wali Kota Bontang Agus Haris sidak PDAM Selasa (14/4/2026).

Foto: Wali Kota Bontang Agus Haris sidak PDAM Selasa (14/4/2026).

328
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Lonjakan tagihan PDAM yang selama ini dikeluhkan warga akhirnya terkuak. Bukan sekadar masalah teknis di penyedia layanan, melainkan akibat praktik satu pipa untuk semua yang justru menjadi bumerang finansial bagi pelanggan.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Pemerintah Kota Bontang, ditemukan fakta mencengangkan, satu sambungan air dipaksa melayani hingga empat kepala keluarga atau lebih.

Baca juga :

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu dan JMSI Bontang Rancang MoU Strategis

Dua Kali Mangkir Mediasi, Kubu Ali Ridha Ragukan Itikad Baik Basri Rase: Siapkan Gugatan Balik!

Praktik ini jamak ditemukan di area rumah kontrakan, di mana pemilik bangunan enggan menyediakan akses air yang mandiri bagi setiap penyewa.

Alih-alih menghemat biaya administrasi, penggunaan satu meteran untuk banyak rumah justru memicu lonjakan tarif ke level tertinggi. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa akumulasi pemakaian ini adalah pemicu utama tagihan meledak.

“Kalau satu meter dipakai banyak rumah, pemakaian bisa tembus 100 kubik. Ini yang membuat tagihan melonjak” ujar Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

Padahal, jika digunakan secara normal oleh satu keluarga, pemakaian air rata-rata hanya berkisar 20 hingga 25 meter kubik per bulan. Kondisi ini membuat pelanggan justru membayar lebih mahal dibandingkan jika setiap rumah memiliki sambungan sendiri.

Pemerintah menggarisbawahi bahwa sistem sambungan bersama ini adalah bentuk kerugian finansial yang nyata. Warga, terutama pemilik usaha kontrakan, diminta untuk tidak lagi menggunakan sistem satu aliran air jika tidak ingin tercekik tagihan bulanan. (Ima)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Foto: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Direktur Utama PDAM Kota Bontang, Suramin saat sidak PDAM Selasa (14/4/2026).

Dirut PDAM Bontang Sebut Kenaikan Tarif Hanya 25%, Sisanya Faktor Pemakaian, Ini Penjelasannya

Foto: Acara Halalbihalal PGRI Kota Bontang di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (15/4/2025).

Bantu Guru Kuliah S1 Pemkot Bontang Siapkan Skema UKT Gratis

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Basti Sangga Langi. (ist)

Belum Maksimal, DPRD Kutim Dorong Pemerintah Lakukan Pemerataan Jaringan Internet

17 Mei 2024
Komisi II DPRD Samarinda: Dorong UMKM Berbadan Hukum dan Ketersediaan Rumah Kemasan

Komisi II DPRD Samarinda: Dorong UMKM Berbadan Hukum dan Ketersediaan Rumah Kemasan

1 Juli 2025
Foto dokumentasi Greenpeace. aktivis Greenpeace membentangkan spanduk bertuliskan "Indonesia is not for sale, Merdeka!" di Jembatan Pulau Galang, Penajam Paser Utara, Kaltim pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Aktivis Greenpeace yang Ditangkap Usai Membentangkan Spanduk Indonesia Is Not For Sale di Jembatan Pulau Galang Dibebaskan

18 Agustus 2024
Pelayaran Rute Baru Bontang-Balikpapan-Mamuju-Kotabaru, Beroperasi Tahun Depan

Pelayaran Rute Baru Bontang-Balikpapan-Mamuju-Kotabaru, Beroperasi Tahun Depan

7 Juni 2022

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu dan JMSI Bontang Rancang MoU Strategis 15 Juli 2026
  • Dua Kali Mangkir Mediasi, Kubu Ali Ridha Ragukan Itikad Baik Basri Rase: Siapkan Gugatan Balik! 13 Juli 2026
  • HIPMI Bontang 2026: Ini Strategi Adipt Maraja Selamatkan Pengusaha Bontang dari Pajak 22% 11 Juli 2026
  • Muscab HIPMI Bontang: Syarat Administrasi Rontokkan 5 Rival, Adipt Maraja Melenggang Dominan 11 Juli 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Memuat Komentar...