Minggu, September 20, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Health

Stunting Ancam Kelangsungan Generasi Penerus dan Perlunya Peran Multi Sektor

inspirasa.co by inspirasa.co
19 Februari 2023
in Daerah, Food, Lingkungan, Nasional
0
Stunting Ancam Kelangsungan Generasi Penerus dan Perlunya Peran Multi Sektor

Dr. Dr. H. Andy Sofyan Hasdam, Sp.S bersama dr. Hj. Neni Moerniaeni Sp.OG turut menyoroti masih tingginya angka stunting saat ini.

382
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Masih tingginya angka stunting di Indonesia menjadi perhatian semua pihak. Seperti diketahui dari data Kementerian Kesehatan dan BKKBN, angka kasus stunting di 2022 21,6 persen, turun dibandingkan 2021 pada angka 24,4 persen.

Tak terkecuali di Kota Bontang, dimana angka stunting meningkat dari 19 persen menjadi 22 persen di tahun 2022. 

Baca juga :

Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional

Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing

Pemerintah menargetkan pada 2024, angka stunting di Tanah Air bisa turun menjadi 14 persen. 

Dr. dr. H. Andy Sofyan Hasdam, Sp.S bersama dr. Neni Moerniaeni Sp.OG turut menyoroti masih tingginya angka stunting saat ini.

Dikatakan dr. Hj. Neni Moerniaeni Sp.OG, stunting ini masih menjadi persoalan yang perlu menjadi perhatian semua pihak.

Menurutnya, risiko stunting ini bisa membuat bangsa Indonesia kehilangan generasi masa depan (lost generation).

“Tingginya angka stunting bisa menyebabkan hilangnya generasi masa depan atau (lost generation) ,” ujarnya.

Dr. dr. Andy Sofyan Hasdam, Sp.S mengatakan, stunting ini masalah yang cukup serius. Data terakhir angka stunting ini masih terbilang tinggi.

“Artinya hampir seperempat jumlah balita mengalami stunting,” jelasnya.

Dijelaskan Dr. dr. Andy Sofyan Hasdam, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Ciri anak yang mengidap kelainan ini, yaitu panjang atau tinggi badannya kurang dari standar, atau kurang dari tinggi anak-anak sebayanya.

Menurut Dr. dr. Andy Sofyan Hasdam, terjadinya stunting pada anak sebetulnya bukan hanya saat dia lahir. Tetapi stunting itu dimulai ketika anak di dalam kandungan. Sampai bayi itu berusia 2 tahun, itulah yang di sebut priode emas.

Olehnya salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, ada 2 pendekatan yang perlu dilakukan.

Pertama, bagaimana orang tua mendapatkan penyuluhan, dikarenakan ada orang tua yang sebetulnya tidak kekurangan finansial, tetapi anaknya mengalami stunting. Namun ada juga yang orang tuanya, memang kekurangan finansial sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Kedua, melakukan pendekatan dengan pemberian asupan gizi kesehatan dan memperhatikan faktor lingkungan.

Karena terjadinya stunting, selain karena faktor gizi juga dipengaruhi oleh lingkungan. Tidak adanya sanitasi yang layak dan lain sebagainya.

“Jadi ini perlu pendekatan multi sektor untuk menangani persoalan stunting ini,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Hj. Neni Moerniaeni Sp.OG mengatakan, bukan hanya pendekatan multi sektor, tetapi juga perlunya komitmen dari pemerintah untuk menurunkan angka stunting.

“Karena stunting ini adalah hal yang tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) buat kita semua,” ungkapnya.

Ditambahkan, Dr. dr. Andy Sofyan Hasdam, ancaman dari angka stunting, selain gangguan pada fisik juga akan mempengaruhi perkembangan otak anak. Sehingga, itulah yang disebut dengan generasi yang hilang.

“Bayangkan saja jika ada 1 generasi yang dilahirkan dengan kondisi seperti itu, kemudian juga kecerdasaannya yang rendah, sehingga masa depan bangsa kita ini akan sangat terganggu,” terangnya.

“Masa depan bangsa ini tergantung pada bagaimana kondisi kesehatan anak-anak balita yang ada sekarang,” pungkasnya. *(Aris).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Soal Rangkap Jabatan Erick Thohir, Jokowi: Terpenting Tidak Mengabaikan Tugasnya

Soal Rangkap Jabatan Erick Thohir, Jokowi: Terpenting Tidak Mengabaikan Tugasnya

Sri Mulyani Blokir Anggaran Perjalanan Dinas hingga Belanja Pegawai Senilai Rp 50,2 Triliun

Sri Mulyani Blokir Anggaran Perjalanan Dinas hingga Belanja Pegawai Senilai Rp 50,2 Triliun

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

These Delicious Balinese Street Foods You need To Try Right Now

4 November 2020
Ilustrasi

RSUD Bontang Imbau Masyarakat Tes HIV Secara Rutin Bersifat Rahasia dan Aman

24 Oktober 2025
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

Sidang Tapal Batas Kutim-Bontang Ditunda Lagi 21 Agustus Mendatang

4 Agustus 2024
Nursalam Sebut Aksi Ormas Tahan Mobil Truk CPO Wujud Dari Keresahan Warga, PT EUP: Menahan Truk yang Beroperasi Tak Wajar Dilakukan

Nursalam Sebut Aksi Ormas Tahan Mobil Truk CPO Wujud Dari Keresahan Warga, PT EUP: Menahan Truk yang Beroperasi Tak Wajar Dilakukan

25 Oktober 2021

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional 19 September 2026
  • Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing 19 September 2026
  • KIKA: Hentikan Militerisasi Ruang Sipil, Jangan Jadikan Barak Militer Sebagai Instrumen Penghukuman Atas Ekspresi Demokratis 18 September 2026
  • Imbas Kabut Asap, Neni Minta Pemprov Kaltim Agar SMA-SMK di Bontang Bisa Ikut Belajar Daring 18 September 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
Memuat Komentar...