Kamis, April 16, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

Usai Pemilu 2024 Harga Beras Makin Mahal, Bakal Tembus Rp 20 Ribu per Kg Menjelang Ramadan

inspirasa.co by inspirasa.co
20 Februari 2024
in Daerah
0
Usai Pemilu 2024 Harga Beras Makin Mahal, Bakal Tembus Rp 20 Ribu per Kg Menjelang Ramadan

Pedagang di Pasar Taman Rawa Indah Bontang

374
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co — Harga beras terpantau mahal, di pedagang pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Tanjung Laut Indah, dan pasar Citra Mas Loktuan, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Dampak dari mahalnya harga beras, sejumlah konsumen merasa terbebani. Selasa (20/2/2024).

Baca juga :

Solusi Pemkot Bontang Isi Kekosongan 127 Tenaga Pengajar, Rekrut Guru Pengganti dengan Upah Standar UMK

Siap-Siap! Petugas Sensus Akan Datangi Pelaku Usaha di Bontang Mulai Juni 2026, Bakal Sisir Konten Kreator dan Jasa Online

Murni pedagang di pasar Tamrin menuturkan, harga beras mulai meroket sejak 2 pekan, hingga usai pemilu 2024.

“Naik Rp 17 ribu per kilogram. Ini harga tertinggi sejak berjualan,” Jelasnya.

Sebelum naik, harga beras Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Murni menduga harga beras saat ini tinggi, karena kurangnya produksi beras dari petani.

Murni sendiri memperoleh beras untuk dijual ecer, dari agen distributor beras di Kota Bontang yang juga mahal.

Mahalnya harga beras, kata Murni dikeluhkan konsumennya, akibatnya jumlah pembelian beras berkurang.

Konsumennya hanya mampu membeli beras dalam jumlah 2 hingga 5 kilogram. Sebelumnya sanggup membeli dalam ukuran 10 kilogram sampai 5 kilogram.

Hal senada juga diungkapkan pedagang beras lainnya di pasar Tamrin Satriana. Ia mengatakan, harga beras yang semula Rp 14 ribu per kilogram saat ini tembus Rp 18 ribu per kilogram.

‘’harga beras baru-baru ini naik dan terus naik dikit-dikit,’’ ungkapnya ditemui di kiosnya.

Sebelum mengalami kenaikan, beras di jual seharga Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.

Beras harga Rp 16 ribu per kilogram ini merupakan beras kualitas terbaik, yakni Beras jenama Cap Jempol dan Melati Sakura.

Sedangkan, beras jenama Pandan Wangi dan Ayam Jantan dibanderol Rp 17 ribu per kilogram, sementara beras premium seperti Tawon dihargai Rp 18 ribu per kilogram.

Satriana bilang, informasi yang ia terima dari distributor agen beras, harga beras mahal dikarenakan kurangnya produksi beras dari Sulawesi.

Memasuki bulan Ramadan 10 Maret 2024 mendatang. Harga beras dipekirakan bakal tembus Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram.

Menurutnya harga tersebut, merupakan harga beras termahal yang pernah dia jual selama berdagang.

‘’Sekarang sudah mahal. Kasian pembeli, tapi mau diapa, kami ambil sudah mahal harganya,’’ ujarnya.

Akibat mahalnya harga beras, banyak konsumennya yang mengurangi jumlah pembelian beras.

Bahkan katanya, tak jarang warga membeli beras dalam ukuran 25 kilogram. Rata-rata membeli dalam ukuran 5 kilogram.

Konsumenya itu sebagian besar dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang merasa terlalu berat bila langsung mengeluarkan uang dengan jumlah Rp 475 ribu untuk membeli beras.

‘’Mereka belinya sedikit-sedikit, tidak sanggup kalau langsung beli 25 kilo,’’ tandasnya.

Harga kebutuhan pokok mahal diakui membebani konsumen, sementara pendapatan (gaji) tak berimbang

Hal ini diungkapkan oleh, Kasmawati (46) yang bermukim di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.

Kasmawati mengaku kenaikan harga beras saat ini tak masuk akal, sangat membebani keluarganya.

Pasalnya kenaikan harga beras yang kian hari terus melambung tinggi, tak diimbangi dengan kenaikan gaji pekerja.

‘’Terasa sekali lah buat warga kecil seperti kami ini. Naik semua barang, gaji masih segitu saja,’’ katanya ditemui di kediamannya.

Dengan mahalnya harga kebutuhan pokok (beras) itu, ia menilai pemerintah tak sanggup mengontrol laju kenaikan harga kebutuhan pokok.

Lantaran yang paling dirugikan masyarakat dengan pendapatan yang terbilang rendah, karena kebutuhan pokok, meski mahal tetap harus dibeli, meskipun pendapatan minim, dan terpaksa harus mengurangi konsumsi.

“Turunkan harganya atau naikkan harga gaji. Kalau kondisinya begini terus, kasian kami warga kecil ini,” tandasnya.

Pewarta: Fitri Wahyuningsih

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Korban Jiwa Petugas Pemilu 2024 Mencapai 71 Orang Dalam Empat Hari, Para Pakar Serukan Evaluasi

Korban Jiwa Petugas Pemilu 2024 Mencapai 71 Orang Dalam Empat Hari, Para Pakar Serukan Evaluasi

Ancam Tarik Izin Hak Pakai, UPT Pasar Kembali Terbitkan Surat Teguran Agar Pedagang Mengisi Lapak Kosong di Gedung Pasar Tamrin

Ancam Tarik Izin Hak Pakai, UPT Pasar Kembali Terbitkan Surat Teguran Agar Pedagang Mengisi Lapak Kosong di Gedung Pasar Tamrin

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Lampu Traffic Light di Kawasan Simpang 4 RS Amalia Rusak Dikeluhkan Masyarakat

Lampu Traffic Light di Kawasan Simpang 4 RS Amalia Rusak Dikeluhkan Masyarakat

5 April 2024
Ketua DPRD Kutim Joni Sampaikan Integritas dan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah ke KPK

Ketua DPRD Kutim Joni Sampaikan Integritas dan Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah ke KPK

15 November 2023
Komisi III DPRD Samarinda Berasumsi Bangunan Ilegal di Bantaran Sungai Jadi Penyebab Utama Banjir Samarinda

Komisi III DPRD Samarinda Berasumsi Bangunan Ilegal di Bantaran Sungai Jadi Penyebab Utama Banjir Samarinda

28 Juni 2025
WHO: Jangan Ada Stigmatisasi dan Diskriminasi Pada Kelompok Homoseks dan Pasien yang Terjangkit Cacar Monyet

WHO: Jangan Ada Stigmatisasi dan Diskriminasi Pada Kelompok Homoseks dan Pasien yang Terjangkit Cacar Monyet

24 Juli 2022

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Solusi Pemkot Bontang Isi Kekosongan 127 Tenaga Pengajar, Rekrut Guru Pengganti dengan Upah Standar UMK 16 April 2026
  • Siap-Siap! Petugas Sensus Akan Datangi Pelaku Usaha di Bontang Mulai Juni 2026, Bakal Sisir Konten Kreator dan Jasa Online 16 April 2026
  • Bantu Guru Kuliah S1 Pemkot Bontang Siapkan Skema UKT Gratis 16 April 2026
  • Dirut PDAM Bontang Sebut Kenaikan Tarif Hanya 25%, Sisanya Faktor Pemakaian, Ini Penjelasannya 15 April 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
 

Memuat Komentar...