TERASKATA.COM, SAMARINDA – Penambahan kuota Pertalite bersubsidi menjadi salah satu hal yang didorong Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, untuk mengatasi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Timur.
Ia berharap kuota sebesar 510.000 kiloliter (KL) yang disebut direncanakan untuk 2026 dapat segera direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Helmi menilai ketersediaan BBM bersubsidi masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat. Antrean di SPBU, menurutnya, menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kecukupan pasokan dibandingkan kebutuhan di lapangan.
“Selama ini wilayah kita selalu penuh dengan antrean. Kita berharap janji penambahan kuota BBM subsidi jenis Pertalite tahun 2026 menjadi 510.000 KL dapat segera direalisasikan secara utuh agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan,” kata Helmi, Jumat (9/10/2026).
Ia menyoroti perbedaan antara kuota yang tersedia dan kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, tindak lanjut dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dinilai penting agar rencana penambahan kuota tersebut memperoleh kejelasan.
Bagi masyarakat, ketersediaan Pertalite berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas sehari-hari. Antrean yang panjang dapat menyita waktu dan menghambat mobilitas, sehingga kecukupan pasokan perlu menjadi perhatian dalam pengaturan distribusi BBM bersubsidi.
“Harapannya penambahan kuota tidak berhenti pada rencana, tetapi benar-benar terealisasi sehingga distribusi Pertalite dapat lebih sesuai dengan kebutuhan di Kalimantan Timur,” tandasnya.(adv)

















