Samarinda – Ancaman kekeringan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur membuat DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi lebih awal. Rekayasa cuaca untuk memicu hujan di kawasan hulu Sungai Mahakam dinilai bisa menjadi salah satu opsi jika kondisi kemarau terus berlanjut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, menjaga ketersediaan air tidak bisa menunggu sampai dampak kekeringan semakin meluas. Pemerintah perlu melihat kondisi wilayah hulu karena kawasan tersebut memiliki pengaruh terhadap debit air Sungai Mahakam.
“Salah satunya mungkin nanti pemerintah provinsi bisa melakukan rekayasa cuaca, dalam hal ini untuk mengadakan hujan buatan di daerah hulu sana,” ujar Deni, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, hujan buatan dapat dipertimbangkan sebagai langkah intervensi apabila curah hujan tidak kunjung mencukupi kebutuhan air. Namun, pelaksanaannya tetap harus berdasarkan kajian dan kondisi hidrologis di lapangan.
Deni mencontohkan kondisi di Kabupaten Mahakam Ulu yang mulai menghadapi dampak kekeringan. Penyurutan alur sungai tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu distribusi kebutuhan pokok ke wilayah tersebut.
“Kalau kondisi sungai terus menyusut, dampaknya bukan hanya soal air. Distribusi kebutuhan masyarakat juga bisa ikut terganggu,” katanya.
Karena itu, menurut Deni, pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap daerah yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan. Data tersebut penting untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Ia juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan setelah masyarakat terdampak. Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu disiapkan sejak kondisi mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air.
Selain rekayasa cuaca, koordinasi antarpemerintah daerah juga dinilai penting. Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota perlu memiliki langkah bersama menghadapi kemarau dan ancaman El Nino.
“Yang pasti kita berharap pemerintah kota, kabupaten, seluruh Kaltim itu bersatu padu, bergotong royong untuk melakukan langkah-langkah penanganan,” katanya.
Deni berharap pemerintah provinsi dapat mengkaji kemungkinan modifikasi cuaca apabila kondisi kekeringan semakin parah.
“Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan air dan mencegah dampak kekeringan meluas ke lebih banyak wilayah,” tandasnya.(adv)
















