SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti risiko keselamatan warga akibat kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton yang melintasi Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang. Kendaraan berat dinilai berpotensi memicu kecelakaan, merusak badan jalan, hingga mengganggu jaringan pipa air bersih di kawasan tersebut.
Keluhan itu muncul dari warga RT 15, 16, 17, dan 21 yang menghadapi lalu lintas kendaraan besar di jalan lingkungan mereka. Selain khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan, warga juga terdampak kerusakan infrastruktur akibat kendaraan dengan bobot dan dimensi yang tidak sesuai dengan kondisi jalan.
Deni menilai persoalan tersebut perlu ditangani melalui pembatasan kendaraan berat dan pengawasan yang konsisten. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan lalu lintas, terutama di ruas jalan yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
“Masyarakat mengeluhkan terjadinya kejadian kecelakaan berulang. Kita melihat dengan panjang kendaraan besar saja yang lebih daripada 2,1 meter, kemudian dengan bobotnya yang lebih dari 8 ton, ini sangat membahayakan sekali kepada warga yang melintas di jalan itu,” jelas Deni, Sabtu (17/10/26).
Kendaraan bermuatan di atas 8 ton diarahkan menggunakan Jalan Pangeran Suryanata sebagai jalur alternatif. Penerapan pembatasan ini membutuhkan keterlibatan Dinas Perhubungan, kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat agar kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tidak kembali melintas di Jalan Pusaka.
Selain pembatasan muatan, pemasangan portal dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk mencegah kendaraan berat memasuki kawasan tersebut. Namun, penentuan bentuk dan lokasi pengamanan fisik masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut.
“Pembatasan beban kendaraan besar bermuatan dilakukan sebagai langkah awal sembari menunggu kajian teknis lanjutan untuk menentukan penanganan yang lebih permanen seperti pemortalan. Untuk pemasangan portal masih perlu kajian teknis lanjutan lagi,” kata Deni.
Pengendalian kendaraan berat di Jalan Pusaka diharapkan tidak hanya mengurangi potensi kecelakaan, tetapi juga menjaga kondisi jalan dan jaringan air bersih agar tidak terus mengalami kerusakan.
“Penanganan yang berkelanjutan diperlukan supaya warga dapat menggunakan jalan dengan lebih aman,” tandasnya.(adv)















