Selasa, Mei 26, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Daerah

Pena Kartini Masih Menulis: Ketika Surat-Surat Lawas Menghidupkan Perlawanan Baru

inspirasa.co by inspirasa.co
22 April 2025
in Daerah
0
Pena Kartini Masih Menulis: Ketika Surat-Surat Lawas Menghidupkan Perlawanan Baru
349
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Langit sore di Samarinda tampak cerah ketika acara “Membaca Surat Kartini: Melihat Kartini; Perlawanan terhadap Sistem Patriarki, Feodalisme, dan Kolonialisme” digelar pada Senin, 21 April 2025, di Teras Samarinda.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Perempuan Mahardhika Samarinda ini menjadi bentuk peringatan Hari Kartini yang tak biasa dengan membaca langsung 13 surat R.A. Kartini kepada sahabat-sahabat penanya.

Baca juga :

Pedagang Usul Sentra Hewan Kurban di Bontang, Agus Haris Buka Peluang Sediakan Lokasi Khusus Tahun Depan

Wawali Agus Haris Cek Langsung Hewan Kurban di Bontang Pastikan Sudah Divaksin PMK

Suasana hangat di awal acara perlahan berubah menjadi syahdu ketika hujan mulai turun di tengah sesi pembacaan. Namun, para peserta tetap bertahan, dan terus melanjutkan pembacaan serta diskusi dengan semangat yang justru semakin kuat.

Suci, dari Komite Nasional Perempuan Mahardhika, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenang pemikiran Kartini secara langsung dari tulisan-tulisannya, bukan dari narasi yang selama ini disederhanakan.

“Dalam perayaan ini, kami membaca kembali pemikiran Kartini melalui surat-surat yang ia kirimkan kepada sahabat penanya di Belanda, seperti Stella dan Nyonya Abendanon-Mandri. Ada 13 surat yang kami baca bersama,” ungkap Suci.

Ia menyoroti bahwa pemahaman umum tentang Kartini selama ini terlalu sempit dan hanya melihat aspek emansipasi perempuan semata.

“Gambaran Kartini sering kali hanya dipahami sebatas tokoh emansipasi. Padahal setelah kami membaca ulang surat-suratnya, terlihat jelas bahwa perjuangan Kartini juga menyentuh persoalan yang lebih luas ia menolak kolonialisme, mengkritik sistem feodal, dan memperjuangkan kemerdekaan bangsanya,” tuturnya.

Refinaya yang akrab disapa Naya Koordinator Perempuan Mahardhika Samarinda, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk kritik terhadap peringatan Hari Kartini yang cenderung bersifat simbolik dan seremonial.

“Kami ingin mengingatkan bahwa Hari Kartini bukan hanya tentang memakai kebaya, mengikuti lomba masak, atau fashion show, Kartini adalah seorang pahlawan yang menulis dengan sangat tajam. Pena adalah senjatanya. Dan melalui tulisannya, perjuangannya masih sangat relevan hingga hari ini.” Jelas Naya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi yang dihadapi Kartini pada masanya masih dirasakan oleh banyak perempuan Indonesia saat ini.

“Apa yang dialami oleh Kartini lebih dari satu abad lalu, masih dialami oleh banyak perempuan hari ini. Dengan membaca ulang karya-karyanya, kita turut meneruskan perjuangan Kartini di masa kini, tepat 146 tahun sejak kelahirannya,” tambahnya.

Devi Mogot, salah satu peserta yang hadir, mengaku terkesan dan terharu dengan suasana yang tercipta dalam kegiatan tersebut. Ia merasa kegiatan ini membuktikan bahwa ruang-ruang diskusi yang tulus dan sadar masih ada di tengah masyarakat.

“Saya bangga sekali dengan kawan-kawan Perempuan Mahardika dan perempuan-perempuan Samarinda, karena masih ada lingkaran-lingkaran kecil yang membahas tentang perempuan,” ucap Devi.

Ia berharap lingkaran ini akan terus tumbuh dan meluas.

“Semoga akan tumbuh lagi lingkaran-lingkaran kecil ini, menjadi banyak dan luas, agar perempuan Indonesia, terutama perempuan Samarinda, terus berkembang, baik secara moral, kepribadian, maupun emosional. Dan semoga perempuan-perempuan kita selalu merasa cukup dan setara,” tuturnya penuh harap.

Meski hujan deras sempat menyelimuti Teras Samarinda, para peserta tetap bertahan hingga akhir. Surat demi surat dibaca dengan penuh penghayatan. Kartini pun hidup kembali di tengah suara hujan, sebagai pemikir dan pejuang yang suaranya tak pernah padam.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
H. Baba Soroti Ketimpangan Daya Tampung Sekolah di Samarinda dan Balikpapan

H. Baba Soroti Ketimpangan Daya Tampung Sekolah di Samarinda dan Balikpapan

Foto Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni

Usaha Neni Bantu Nasib Mahasiswa Unijaya, Besok LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan ke Bontang

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Jenazah Eril Ditemukan Polisi Bern

Jenazah Eril Ditemukan Polisi Bern

9 Juni 2022
Terowongan Samarinda Dinyatakan Layak, Izin Operasional dari Pusat Jadi Satu-satunya Ganjalan

Terowongan Samarinda Dinyatakan Layak, Izin Operasional dari Pusat Jadi Satu-satunya Ganjalan

27 April 2026
Ket. Foto: Penyerahan Penghargaan Kepada Pemuda Pelopor Kaltim 2024 pada Malam Anugerah Pekan Raya Pemuda

Malam Puncak Pekan Raya Pemuda 2024: Dispora Kaltim Beri Penghargaan pada Pemuda Pelopor Berprestasi

29 Oktober 2024
Foto grapher Saddam Topo (Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Faisal FBR).

Faisal FBR Desak Pemerintah Kota Bontang Tinjau Langsung Masalah Banjir

6 Agustus 2024

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Pedagang Usul Sentra Hewan Kurban di Bontang, Agus Haris Buka Peluang Sediakan Lokasi Khusus Tahun Depan 25 Mei 2026
  • Wawali Agus Haris Cek Langsung Hewan Kurban di Bontang Pastikan Sudah Divaksin PMK 25 Mei 2026
  • Menyusuri Jejak Bontang Tempo Dulu di Depo Arsip Dinas Perpustakaan, Neni: Pentingnya Merawat Sejarah untuk Generasi Penerus 24 Mei 2026
  • Nobar Film Pesta Babi di Bontang Digagas FJB dan Lentera Muda: Tetap Bakar Nalar Kritis Warga Meski Diguyur Hujan Deras 23 Mei 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...