Jumat, Januari 16, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Lingkungan

Pita Penggaduh Bikin Rumah Retak, Warga: Pemerintah Gunakan Dana Ditempat dan Fungsi yang Benar

inspirasa.co by inspirasa.co
14 Januari 2022
in Lingkungan
0
Pita Penggaduh Bikin Rumah Retak, Warga: Pemerintah Gunakan Dana Ditempat dan Fungsi yang Benar

Foto salah satu pita penggaduh di jalan depan rumah warga di Jalan Awang Long, Bontang Baru.

584
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dibangun demi keamanan tapi kenyataannya berbeda. Pita penggaduh yang terpasang di Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara, di Protes warga. Lantaran membuat dinding rumah mereka retak.

Inspirasa.co – Dua orang warga yang bermukim di wilayah RT 01 dan salah seorang pemilik kafe di wilayah RT 09, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara ini menyoal pita penggaduh yang terpasang di jalan, di depan rumah mereka. Jumat (14/1/2022).

Baca juga :

Bagikan Bibit Pohon, Ananda Emira Moeis: Tanam, Rawat dan Hijaukan Pertiwi

Banjir di Api-Api, Agus Haris Sambangi Warga Jelaskan Tahapan Pembangunan Turap Sungai Terus Berjalan

Yuli dan Nisa, warga RT 01, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara ini mengaku, retaknya dinding bangunan rumah mereka, akibat dari getaran yang dihasilkan pita penggadu, setelah dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4.

“Karena polisi tidur (Red: pita penggaduh) itu, dinding rumah saya ada yang retak. Getarannya sampai ke dalam rumah, setelah dilalui sama kendaraan. Apalagi kendaraan besar,” ujar Yuli dan Nisa.

Kini, Yuli dan Nisa khawatir jika retakan di dinding bangunan rumah mereka, semakin meluas. Dampak dari pita penggaduh.

Pantauan Inspirasa.co di lokasi, jarak pita penggaduh dari jalan ke rumah Yuli dan Nisa, kurang lebih berkisar 10 meter.

Sementara itu, Noval pemilik kafe di RT 09, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara ini mendesak pemerintah untuk segera mengambil sikap terkait dampak dari pita penggaduh tersebut.

Menurutnya, soal pita penggaduh ini, jika pemerintah ingin melakukan peningkatan kualitas pelayanan publik di masyarakat, terlebih dahulu mengkaji tempat dan fungsinya. Agar pembangunan yang dilakukan dapat bermanfaat dan tak merugikan warga.

“Soal pita penggaduh. Ya seharusnya pemerintah gunakan dana ditempat dan fungsinya yang benar dong. Supaya bisa bermanfaat, bukan malah merugikan,” jelasnya.

Noval menunjukkan beberapa titik keretakan yang ada di dinding bangunan rumah atau kafenya tersebut.

Noval menunjukkan salah satu dinding yang retak di dalam rumah atau kafenya.

Kondisi keretakan dinding akibat pita penggaduh tersebut, beragam, ada yang retaknya sepanjang 2 meter hingga 3 meter. Sementara lebar retaknya juga beragam, ada yang hingga 3 centimeter.

Foto salah satu keretakan bangunan dinding rumah.

Adapun jarak pita penggaduh dari jalan ke rumah Noval, kurang lebih berkisar 15 hingga 20 meter.

Getaran yang di timbulkan pita penggaduh, jika dilalui mobil bermuatan besar seperti truk, getarannya sangat dirasakan di dalam bangunan.

Adapun, Kepala Disnas Perhubungan (Dishub) Bontang, menyikapi keluhan warga RT 01 dan RT 09 yang bermukim di Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara, terkait retaknya dinding rumah warga akibat pita penggaduh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang Akhmad Suharto mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti persoalan retaknya dinding rumah warga tesebut.

Namun untuk mengetahui pasti penyebab retaknya dinding rumah warga, dalam waktu dekat pihaknya berencana turun langsung mengecek lokasi.

“Kita akan cek dulu dilapangan ya. Masa iya karena pita penggaduh. Mungkin karena kondisi tanahnya memang cenderung labil,” ujarnya.

Keterangan: Menurut PM 82 Tahun 2018 pasal 33, Pita Penggaduh adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan, mengingatkan pengemudi tentang objek di depan yang harus diwaspadai, melindungi penyeberang jalan, dan mengingatkan pengemudi akan lokasi rawan kecelakaan.

Pita penggaduh berupa bagian jalan yang sengaja dibuat tidak rata dengan menempatkan pita-pita dengan ketebalan maksimum 4 cm melintangi jalan pada jarak yang berdekatan, sehingga bila kendaraan melaluinya akan diingatkan oleh getaran dan suara yang ditimbulkan bila dilalui oleh ban kendaraan.

Penggaduh biasanya ditempatkan menjelang perlintasan sebidang, menjelang sekolah, atau menjelang tempat-tempat yang berbahaya bila berjalan terlalu cepat. (Ars).

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Breaking news! Jabodetabek Diguncang Gempa

Breaking news! Jabodetabek Diguncang Gempa

Seperti Ini Wujud Mengerikan Tubuh Manusia Setelah 20 Tahun Kerja di Depan Komputer

Seperti Ini Wujud Mengerikan Tubuh Manusia Setelah 20 Tahun Kerja di Depan Komputer

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

5 Mei 2025
Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

21 Mei 2022
KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

25 April 2021

EDITOR'S PICK

Foto : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto saat menyerahkan potongan tumpeng kepada PNS Hisno Maulana yang mau pensiun. (Bayu Surya)

Kodam VI/Mulawarman Gelar Syukuran Dirgahayu Penerangan Angkatan Darat ke-74 Bekerja Dengan Hati

21 Januari 2025
Lansia Keluhkan Eskalator Pasar Tamrin Tak Berfungsi dan Gerai MPP Buka Setengah Hari

Lansia Keluhkan Eskalator Pasar Tamrin Tak Berfungsi dan Gerai MPP Buka Setengah Hari

18 November 2022
Jelang Pemilu 2024, KPU Bontang Telah Membuka Rekrutmen PPK PPS Ini Tahapan dan Besaran Gajinya

Jelang Pemilu 2024, KPU Bontang Telah Membuka Rekrutmen PPK PPS Ini Tahapan dan Besaran Gajinya

6 Januari 2023
DPRD Samarinda Soroti Predikat Kota Layak Anak di Tengah Tantangan Pernikahan Dini

DPRD Samarinda Soroti Predikat Kota Layak Anak di Tengah Tantangan Pernikahan Dini

26 Juni 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • RDMP Balikpapan Beroperasi, Kapasitas 360 Ribu Barel per Hari, Potensi Hemat Devisa Target Bebas Impor Solar 12 Januari 2026
  • Pesan Politik Prabowo di Kaltim, Golkar dan Gerindra: Friend-friend Kita Friend 12 Januari 2026
  • APBD 2025 Pemprov Kaltim Sisa Rp500 Miliar, SiLPA Turun Tajam, Sinyal Fiskal 2026 Lebih Baik? 6 Januari 2026
  • Pelaku Penikaman di Jalan Otto Iskandar Samarinda Ilir Dibekuk Polisi 6 Januari 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...