Sabtu, Juni 20, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Advetorial

Sekolah Garuda Butuh Payung Hukum, Agusriansyah: Demi Ekosistem Pendidikan yang Konsisten

inspirasa.co by inspirasa.co
23 Juni 2025
in Advetorial, DPRD KALTIM
0
Sekolah Garuda Butuh Payung Hukum, Agusriansyah: Demi Ekosistem Pendidikan yang Konsisten

Foto : Agusriansyah Ridwan Anggota DPRD Kaltim

323
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Program Sekolah Garuda yang digagas pemerintah pusat kembali menuai dukungan dari kalangan legislatif daerah. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menilai inisiatif ini bukan sekadar pencitraan pendidikan elitis, melainkan fondasi awal dalam membangun peta ekosistem pendidikan nasional yang mampu bersaing secara global. Ia menekankan bahwa keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh kekuatan regulasi dan keberlanjutan sistem.

Pernyataan ini disampaikan usai kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, ke SMAN 10 Samarinda yang ditunjuk sebagai salah satu dari 12 sekolah pionir Sekolah Garuda pada tahun 2025.

Baca juga :

DPRD Ingatkan Pemerataan Fasilitas Jadi Kunci Sukses Kurikulum Coding dan AI

DPRD Samarinda Desak Penertiban Usaha yang Gunakan Bahu Jalan untuk Parkir

Agusriansyah mengapresiasi langkah strategis pemerintah pusat, namun tetap menyoroti pentingnya kejelasan indikator dan payung hukum program.

“Sekolah Garuda ini bukan sekadar program unggulan yang dikemas mewah. Tapi harus menjadi jalan menuju keadilan pendidikan yang berakar pada nilai Pancasila dan mampu mendorong anak-anak kita menembus kompetisi global,” ujar politisi PKS itu kepada media.

Agusriansyah menambahkan, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan kompetitif, negara tak boleh abai terhadap landasan hukum. Ia mendorong pemerintah agar menyusun regulasi yang rinci, bahkan jika perlu, dalam bentuk undang-undang khusus tentang penyelenggaraan pendidikan berorientasi masa depan.

“Kalau mau bicara ekosistem, berarti bicara jangka panjang. Jangan hanya habis di satu periode. Maka perlu aturan yang bisa diterjemahkan ke perda, supaya daerah, orang tua, dan sektor swasta ikut ambil bagian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan Sekolah Garuda tak terjebak pada nilai-nilai simbolik atau aspek politis semata. Menurutnya, keberhasilan program ini harus dapat diukur secara konkret melalui indikator mutu pendidikan, pemerataan akses, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Harus ada tolok ukur yang jelas. Jangan sampai programnya besar di judul, tapi minim dampak nyata. Kita harus pikirkan generasi yang kita siapkan hari ini untuk tantangan global esok hari,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Pendidikan Belum Merata di Kaltim, Damayanti: Tak Cukup Bangun Sekolah Elit Saja

Pendidikan Belum Merata di Kaltim, Damayanti: Tak Cukup Bangun Sekolah Elit Saja

Silpa Rp2,5 Triliun APBD 2024 Jadi Sorotan, Damayanti: Itu Hak Rakyat yang Tertunda

Silpa Rp2,5 Triliun APBD 2024 Jadi Sorotan, Damayanti: Itu Hak Rakyat yang Tertunda

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

PBNU Menetapkan Awal Ramadan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

PBNU Menetapkan Awal Ramadan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

1 April 2022
Traffic light Tidak Berfungsi, Andi Faiz: Pemerintah Segera Cari Solusi, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi

Traffic light Tidak Berfungsi, Andi Faiz: Pemerintah Segera Cari Solusi, Jangan Tunggu Ada Korban Lagi

19 Februari 2021

Marine Combat Veteran Kills 12 In Crowded California Bar

19 November 2020
Foto: Debat perdana Pilkada Bontang 2024.

Nasrullah Pertanyakan Penanganan Banjir, Basri Klaim Turun 68 Persen

10 November 2024

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Sertifikasi Ahli Muda Konstruksi Jenjang 7 19 Juni 2026
  • Tak Hanya Modal Rp50 Juta, Visi Calon Ketua HIPMI Bontang Bakal Dikuliti di ‘Bedah Gagasan’ 19 Juni 2026
  • PAD Melampaui Target, Fraksi Golkar Puji Rapor Hijau APBD Bontang 2025 18 Juni 2026
  • DPRD Soroti Minimnya Peta Potensi Investasi Kota Bontang 17 Juni 2026
Seedbacklink
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version

Memuat Komentar...