Inspirasa.co – Publik mendadak dihebohkan dengan beredarnya surat undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltim.
Surat tersebut memicu polemik lantaran diterbitkan tepat saat tensi politik daerah memanas, menyusul rencana aksi demonstrasi besar-besaran oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur pada 21 April 2026 mendatang.
Direktif Gubernur di Tengah Gejolak
Surat bertanggal 11 April 2026 yang ditujukan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim itu menyebutkan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari direktif atau arahan langsung Gubernur Kalimantan Timur.
Dengan dalih “mempererat tali silaturahmi” dan “meningkatkan sinergitas”, pemerintah menjadwalkan kegiatan bertajuk “Silaturahmi dan Coffee Morning Pemerintah Daerah bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)” pada Senin, 13 April 2026.
Anehnya, acara ini digelar di lokasi eksklusif, yakni Gedung Olah Bebaya yang berada di dalam Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada No. 02, Samarinda.
Anggaran Uang Saku yang Menjadi Sorotan
Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, rincian permohonan dukungan fasilitas dalam surat tersebut justru mengungkap fakta yang mengejutkan. Pemprov Kaltim tak segan menggelontorkan anggaran fantastis untuk satu pagi pertemuan.
Berdasarkan dokumen yang beredar, poin-poin anggaran yang diminta meliputi:
1. Penggunaan ruangan dan fasilitas gedung.
2. Konsumsi untuk ratusan peserta, berupa kopi dan teh serta snack dan makan siang kotakan sebanyak 450 porsi.
3. Honorariom Moderator 1 orang x Rp 700.000 = Rp 700.000 (Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan Narasumber 1 orang x Rp 1.000.000 = Rp. 1.000.000(Satu Juta Rupiah).
4. Uang saku/transportasi sebesar Rp105.000 per orang.
Dengan target peserta mencapai 400 orang, negara setidaknya harus merogoh kocek sebesar Rp42 juta hanya untuk biaya transpor peserta. Angka ini belum termasuk biaya katering dan honor panitia yang diprediksi membengkak hingga puluhan juta rupiah lainnya. (*)















Discussion about this post