Samarinda – DPRD Samarinda menyoroti keterbatasan ruang fiskal dalam penyusunan APBD 2027 menyusul berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pembangunan fisik berskala besar belum menjadi prioritas pemerintah kota tahun depan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pembahasan APBD 2027 saat ini masih berada pada tahap Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Dalam tahap tersebut, DPRD bersama pemerintah masih menentukan arah kebijakan dan prioritas belanja daerah.
Dari pembahasan sementara, pemerintah kota menyampaikan bahwa anggaran 2027 akan lebih diarahkan untuk menyelesaikan program dan pekerjaan yang telah berjalan.
“Pemerintah hanya fokus menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang telah berjalan saat ini,” ujar Rohim, Kamis (13/8/2026).
Keterbatasan anggaran tersebut turut membuat DPRD belum membahas kelanjutan pembangunan Teras Samarinda tahap III. Kepastian proyek tersebut masih menunggu tahapan pembahasan anggaran berikutnya.
Rohim menjelaskan, pembahasan lebih spesifik mengenai Teras Samarinda III kemungkinan dilakukan ketika APBD memasuki tahap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Saat itu, kebutuhan proyek akan disandingkan dengan kemampuan keuangan daerah dan program prioritas lainnya.
“Teras tahap III belum ada pembahasan. Kita masih di KUA, masih membahas arah kebijakan di 2027. Kemungkinan di pembahasan PPAS baru akan dibahas,” katanya.
DPRD Samarinda akan melihat besaran kebutuhan anggaran apabila rencana lanjutan proyek tersebut kembali diusulkan. Keputusan pengalokasian dana nantinya bergantung pada kondisi fiskal serta ruang anggaran yang tersedia.
“Kita perlu lihat kebutuhan anggaran dan anggaran yang ada nantinya seperti apa, serta kegiatan apa saja yang memungkinkan untuk dialokasikan untuk kelanjutan kegiatan fisik,” pungkas Rohim.(adv)

















