Kamis, April 16, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

6 Tahun Diimpikan; Riwayat Singkat Masjid Al Muhajirin Direlokasi Jadi Masjid Terapung

inspirasa.co by inspirasa.co
11 Maret 2022
in Info Terkini
0
6 Tahun Diimpikan; Riwayat Singkat Masjid Al Muhajirin Direlokasi Jadi Masjid Terapung

Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, saat seremoni peresmian masjid yang dihadiri sejumlah pejabat teras Pemkot Bontang pada Jumat, (11/3/2022). 

617
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Masjid Terapung pertama di Kalimantan Timur yang dibangun dua lantai menyerupai kapal, berlokasi di wilayah pesisir kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, mulai difungsikan Jumat, 11 Maret 2022.

Masjid Terapung itupun diberi nama Masjid Darul Irsyad oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, saat seremoni peresmian masjid yang dihadiri sejumlah pejabat teras Pemkot Bontang pada Jumat, (11/3/2022). 

Baca juga :

Agus Haris Sentil Pentingnya Moralitas, Sinergi Umara dan Ulama Perkuat Imunitas Spiritual Warga

Cari Pemimpin Representatif, Golkar Samarinda Seberang Labuhkan Pilihan ke Andi Satya Jelang Musda

Sejatinya, impian pembangunan Masjid Terapung ini telah direncanakan sejak 6 tahun yang lalu, pada periode 2017. Sementara pembangunan mulai berjalan sejak 2019.

Masjid Terapung, telah lama menjadi impian bagi warga kampung Selambai. Warga menginginkan masjid terapung tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi sekaligus menjadi ikon wisata religi di Bontang.

Seiya sekata dengan keinginan warga, Wali Kota Bontang yang dipimpin Neni Moerniaeni dan Wakilnya, Basri Rase pada periode 2017 itu, juga ingin mewujudkan Kota Bontang sebagai kota maritim yang juga dikenal dengan wisata religinya.

Masjid Terapung yang kini diberinama Darul Irsyad, seyogianya merupakan Masjid Al Muhajirin yang direlokasi dari rencana pembangunan peluasan pelabuhan Loktuan.

Perjuangan Wali Kota bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat Selambai pada medio 2017 itu tidaklah mudah. Sebab, pemindahan Masjid Al Muhajirin telah direncanakan pada kegiatan pembangunan pengembangan pelabuhan Loktuan, seiring dengan rencana pembebasan lahan, 19 rumah warga di sekitar pengurukan dan pengerasan tanah untuk pembangunan perluasan pelabuhan.

Pada medio 2017 itu, Pemkot memang berencana membangun Masjid Terapung yang berada tak jauh dari pelabuhan.

Direncanakan, pelabuhan dapat sekaligus menghubungkan jalan lingkar yang juga masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur di Bontang. Namun, jalan lingkar itu tak terlaksana.

Pembangunan Masjid Terapung, juga terintegrasi pada pengerjaan jalan sepanjang 400 meter yang dikucur anggaran sebesar Rp 20 milyar, berasal dari world bank.

Adapun, pembangunan masjid dimulai pada pemancangan perdana yang dilakukan pada Agustus 2019. Untuk tahap pertama ada sekitar 1.300 tiang yang mulai pancang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada periode 2017 lalu, meresmikan pengerjaan tahap awal Masjid Terapung pada 2019.

Masjid Terapung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bontang, dirancang berukuran 29 x 42 meter, dengan daya tampung sekitar 400 jamaah.

Seluruh dana pembangunan Masjid Terapung, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang, senilai Rp 60 miliar.

Untuk pengerjaan tahap pertama pada 2019, dikucur anggaran sebesar Rp 33 miliar. Sementara untuk pengerjaan tahap kedua awal tahun 2020 dikucur anggaran Rp 28,2 miliar.

Dan pada 2021, Pemkot mengalokasikan anggaran penyempurnaan pembangunan Masjid Terapung sebesar Rp 10,3 miliar. 

Pemkot Bontang saat ini menggunakan nama Masjid Terapung menjadi Masjid Darul Irsyad. Perubahan nama itupun, disoal oleh takmir masjid dan anggota DPRD Bontang.

Mereka kecewa lantaran, Pemkot tak melakukan komunikasi dengan warga, sebelum memutuskan mengganti nama masjid.

Sementara Wali Kota Bontang, Basri Rase, mengatakan, nama Darul Irsyad memiliki arti rumah petunjuk, yang diharapkan jika beribadah di masjid warga diberi petunjuk yang baik.

Basri meminta seluruh pihak tak membesar-besarkan persoalan penggantian nama masjid tersebut. (Ars).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Pengurus Masjid Al Muhajirin Kini Tak Punya Bangunan, Tagih Wali Kota Carikan Solusi

Pengurus Masjid Al Muhajirin Kini Tak Punya Bangunan, Tagih Wali Kota Carikan Solusi

Dapat Arahan dari KPK, Perkim Urung Lakukan Perbaikan Jika Pengembang Tak Lengkapi Surat Hibah

Dapat Arahan dari KPK, Perkim Urung Lakukan Perbaikan Jika Pengembang Tak Lengkapi Surat Hibah

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Foto Ilustrasi AI Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Mendagri Tegaskan Aturan WFH Jumat ASN: Ponsel Wajib Aktif, Lokasi Dipantau Geo-location

5 April 2026
Foto ilustrasi AI

Soal Anggaran Rujab Rp25 Miliar, Seno Aji Sebut Ada Pengawasan Hingga Audit

4 April 2026
Puluhan warga di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara memperbaiki jalan provinsi Kaltim yang rusak parah pada Minggu (5/4/2026).

Jaga Marwah Kaltim, Warga Loa Kulu Kukar Patungan Tambal Jalan Rusak

7 April 2026

EDITOR'S PICK

Widari Atlet Angkat Besi Kaltim, Raih 4 Emas dalam Kualifikasi PON Lampung

Widari Atlet Angkat Besi Kaltim, Raih 4 Emas dalam Kualifikasi PON Lampung

26 Oktober 2023
Komisioner KPU Bontang

Daftar Jalur Independen, Bacalon Lebih Dulu Bersurat dan Ditandatangani Langsung Bacalon Bukan dari Ormas

8 Mei 2024
Ket. Foto: Turnamen Basket 3x3 yang digelar oleh Dispora Kaltim di Atrium Big Mall, Samarinda

Dispora Kaltim Cetak Bintang Baru di Turnamen Basket 3×3, Gaet Antusias Pemuda Samarinda

30 Oktober 2024
Asep Bayun pria berusia 47 tahun asal Garut, Jawa Barat, datang ke Kota Bontang berjualan bendera merah putih di kawasan jalan Simpang Lampu Merah Kilo 6.

Kakek Asal Garut Mencoba Keberuntungan di Bontang, Berjualan Bendera Merah Putih Jelang HUT Kemerdekaan RI Ke-79

27 Juli 2024

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Siap-Siap! Petugas Sensus Akan Datangi Pelaku Usaha di Bontang Mulai Juni 2026, Bakal Sisir Konten Kreator dan Jasa Online 16 April 2026
  • Bantu Guru Kuliah S1 Pemkot Bontang Siapkan Skema UKT Gratis 16 April 2026
  • Dirut PDAM Bontang Sebut Kenaikan Tarif Hanya 25%, Sisanya Faktor Pemakaian, Ini Penjelasannya 15 April 2026
  • Sidak Pemkot Bontang Bongkar Pemicu Tagihan Air Bengkak, Praktik Satu Pipa Ramai-Ramai, Wawali Sentil Pemilik Kontrakan 15 April 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...