Sabtu, Februari 14, 2026
inspirasa.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
No Result
View All Result
inspirasa.co
Home Info Terkini

6 Tahun Diimpikan; Riwayat Singkat Masjid Al Muhajirin Direlokasi Jadi Masjid Terapung

inspirasa.co by inspirasa.co
11 Maret 2022
in Info Terkini
0
6 Tahun Diimpikan; Riwayat Singkat Masjid Al Muhajirin Direlokasi Jadi Masjid Terapung

Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, saat seremoni peresmian masjid yang dihadiri sejumlah pejabat teras Pemkot Bontang pada Jumat, (11/3/2022). 

613
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasa.co – Masjid Terapung pertama di Kalimantan Timur yang dibangun dua lantai menyerupai kapal, berlokasi di wilayah pesisir kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, mulai difungsikan Jumat, 11 Maret 2022.

Masjid Terapung itupun diberi nama Masjid Darul Irsyad oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase bersama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, saat seremoni peresmian masjid yang dihadiri sejumlah pejabat teras Pemkot Bontang pada Jumat, (11/3/2022). 

Baca juga :

DPM-PTSP Bontang: Urus PBG Kini Bisa Kurang dari 4 Jam

Disdikbud Bontang Siapkan Hadiah Rp25 Juta untuk BCC dan Pawai Budaya 2025, Ini Kategorinya

Sejatinya, impian pembangunan Masjid Terapung ini telah direncanakan sejak 6 tahun yang lalu, pada periode 2017. Sementara pembangunan mulai berjalan sejak 2019.

Masjid Terapung, telah lama menjadi impian bagi warga kampung Selambai. Warga menginginkan masjid terapung tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi sekaligus menjadi ikon wisata religi di Bontang.

Seiya sekata dengan keinginan warga, Wali Kota Bontang yang dipimpin Neni Moerniaeni dan Wakilnya, Basri Rase pada periode 2017 itu, juga ingin mewujudkan Kota Bontang sebagai kota maritim yang juga dikenal dengan wisata religinya.

Masjid Terapung yang kini diberinama Darul Irsyad, seyogianya merupakan Masjid Al Muhajirin yang direlokasi dari rencana pembangunan peluasan pelabuhan Loktuan.

Perjuangan Wali Kota bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat Selambai pada medio 2017 itu tidaklah mudah. Sebab, pemindahan Masjid Al Muhajirin telah direncanakan pada kegiatan pembangunan pengembangan pelabuhan Loktuan, seiring dengan rencana pembebasan lahan, 19 rumah warga di sekitar pengurukan dan pengerasan tanah untuk pembangunan perluasan pelabuhan.

Pada medio 2017 itu, Pemkot memang berencana membangun Masjid Terapung yang berada tak jauh dari pelabuhan.

Direncanakan, pelabuhan dapat sekaligus menghubungkan jalan lingkar yang juga masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur di Bontang. Namun, jalan lingkar itu tak terlaksana.

Pembangunan Masjid Terapung, juga terintegrasi pada pengerjaan jalan sepanjang 400 meter yang dikucur anggaran sebesar Rp 20 milyar, berasal dari world bank.

Adapun, pembangunan masjid dimulai pada pemancangan perdana yang dilakukan pada Agustus 2019. Untuk tahap pertama ada sekitar 1.300 tiang yang mulai pancang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada periode 2017 lalu, meresmikan pengerjaan tahap awal Masjid Terapung pada 2019.

Masjid Terapung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bontang, dirancang berukuran 29 x 42 meter, dengan daya tampung sekitar 400 jamaah.

Seluruh dana pembangunan Masjid Terapung, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang, senilai Rp 60 miliar.

Untuk pengerjaan tahap pertama pada 2019, dikucur anggaran sebesar Rp 33 miliar. Sementara untuk pengerjaan tahap kedua awal tahun 2020 dikucur anggaran Rp 28,2 miliar.

Dan pada 2021, Pemkot mengalokasikan anggaran penyempurnaan pembangunan Masjid Terapung sebesar Rp 10,3 miliar. 

Pemkot Bontang saat ini menggunakan nama Masjid Terapung menjadi Masjid Darul Irsyad. Perubahan nama itupun, disoal oleh takmir masjid dan anggota DPRD Bontang.

Mereka kecewa lantaran, Pemkot tak melakukan komunikasi dengan warga, sebelum memutuskan mengganti nama masjid.

Sementara Wali Kota Bontang, Basri Rase, mengatakan, nama Darul Irsyad memiliki arti rumah petunjuk, yang diharapkan jika beribadah di masjid warga diberi petunjuk yang baik.

Basri meminta seluruh pihak tak membesar-besarkan persoalan penggantian nama masjid tersebut. (Ars).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

ShareTweetShare
 
Next Post
Pengurus Masjid Al Muhajirin Kini Tak Punya Bangunan, Tagih Wali Kota Carikan Solusi

Pengurus Masjid Al Muhajirin Kini Tak Punya Bangunan, Tagih Wali Kota Carikan Solusi

Dapat Arahan dari KPK, Perkim Urung Lakukan Perbaikan Jika Pengembang Tak Lengkapi Surat Hibah

Dapat Arahan dari KPK, Perkim Urung Lakukan Perbaikan Jika Pengembang Tak Lengkapi Surat Hibah

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kaka Ade bersaudara?

Kaka Ade bersaudara?

3 Oktober 2021
Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

Pelaku Penabrak Pengendara Motor di Depan Sekolah YPK Terancam di Hukum 6 Tahun Penjara

8 Mei 2021
Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

Warga Sangatta Menang dalam Sengketa Informasi Terkait Operasi Tambang PT KPC

5 Mei 2025
Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

Ini Sosok Foto Nur Asli KKN di Desa Penari Mahasiswa Angkatan 1996

21 Mei 2022
KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

KRI Nanggala 402 Ditemukan, 53 Awak Dinyatakan Gugur

25 April 2021

EDITOR'S PICK

Akselerasi Vaksinasi Covid-19, BIN Kaltim Jangkau Masyarakat Pesisir Lok Tuan

Akselerasi Vaksinasi Covid-19, BIN Kaltim Jangkau Masyarakat Pesisir Lok Tuan

7 Januari 2022
Foto istimewa dokumentasi PT Pupuk Kaltim

Rayakan HUT ke-47 Tahun, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp15,3 Miliar bagi Warga Bontang

11 Desember 2024
Subandi Minta Tambahan Anggaran Banjir Samarinda, Kolam Retensi Dinilai Solusi Strategis

Subandi Minta Tambahan Anggaran Banjir Samarinda, Kolam Retensi Dinilai Solusi Strategis

5 Juli 2025
Tangani Banjir Kukar, Salehuddin Desak Sinkronisasi Strategi Antara Kabupaten dan Provinsi

Tangani Banjir Kukar, Salehuddin Desak Sinkronisasi Strategi Antara Kabupaten dan Provinsi

24 Juni 2025

Tentang Kami

Follow us

Berita Terbaru

  • Kusnadi Resmi Pimpin PWI Bontang 2026 – 2029 13 Februari 2026
  • Rayakan HUT ke-6 dan HPN 2026, JMSI Bontang Fokus Benahi Perusahaan Pers, Siapkan Program Prioritas 8 Februari 2026
  • Pernyataan Sikap Tegas PUSHAM-MT Unmul Kecam Konten Diskriminatif terhadap Penyandang Disabilitas di Media Sosial 7 Februari 2026
  • Perkuat Peran SDM Lokal, Otorita IKN Berikan Sertifikasi Pemandu Ekowisata Nusantara 4 Februari 2026
  • Pedoman media siber
  • Privacy
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

No Result
View All Result
  • Advetorial
  • Budaya
  • Identitas
  • Terkini
  • Viral
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Musik
  • Politik
  • Sains
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 inspirasa.co - Support By Inspirasi Cyber ICM KALTIM.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
 

Memuat Komentar...